Halloween party ideas 2015


Potretkarawang.com – Peruri bekerja sama dengan PT Pupuk Kujang cikampek berkomitmen untuk meningkatkan keamanan dan kendali terpadu distribusi pupuk bersubsidi dengan cara pemasangan label sekuriti pada karung pupuk bersubsidi. Komitmen ini ditandai dengan ditandatanganinya Nota Kesepahaman antara Peruri dan PT Pupuk Kujang pada Kamis, 30 Agustus 2018 yang dilakukan di Kantor Pusat Peruri, Jakarta. Penandatanganan dilakukan secara langsung oleh Dwina S Wijaya, Direktur Utama Peruri dan Nugraha Budi Eka Irianto, Direktur Utama PT Pupuk Kujang.

Upaya menjaga keamanan pupuk dilakukan mulai dari proses pengisian sampai pengepakan (fill and pack) pada karung pupuk. Namun proses monitoring tidak berhenti sampai di situ saja, akan tetapi proses peredarannya juga harus benar-benar dipantau hingga sampai ke penerima yang berwenang.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, PT Pupuk Kujang menggandeng Peruri dalam pemanfaatan teknologi high security printing untuk penyediaan dan pemasangan label sekuriti pada karung pupuk bersubsidi dan sistem real time monitoring kendali terpadu untuk memantau end to end process mulai dari fill & pack, warehouse management, dan fleet management ke distributor dan kios pupuk melalui dashboard online (mobile dan web). Para konsumen dapat mengecek keaslian dari pupuk bersubsidi karena adanya kode unik yang diproduksi dari sistem Peruri yang ditanam pada label sekuriti, dokumen, dan atau media lainnya yang menyimpan informasi publik & privat dalam satu kode sebagai fitur pengaman.

Penggunaan teknologi track and trace ternyata menjadi keuntungan tersendiri bagi Pupuk Kujang dengan adanya cara kontrol yang efektif, metode perbandingan data di sistem dengan yang ada di lapangan hingga keakuratan proses pengiriman. Penandatanganan Nota Kesepahaman ini dilakukan karena Pupuk Kujang mempercayai Peruri yang dikenal sebagai perusahaan security printing berkelas dunia sebagai penjamin keaslian produk. Ke depannya, rencana penggunaan label sekuriti tidak hanya untuk pupuk bersubsidi tetapi juga seluruh produk Pupuk Kujang dan dapat direplikasi holding company yaitu PT Pupuk Indonesia.(red)

PotretKarawang.com - Ratusan warga di sekitar Stasiun Kosambi,  Karawang mendapatkan pelayanan kesehatan gratis di Rail Clinik atau kereta kesehatan milik PT.  KAI,  Selasa (14/8/2018). Pelayanan kesehatan yang diberikan kepada warga sekitar Desa Duren,  Kecamatan Klari tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial PT KAI terhadap masyarakat.

"Kereta ini  dilengkapi berbagai fasilitas kesehatan dengan tenaga medis yang terdiri dari dokter, asisten dokter, petugas laboratorium, asisten apoteker dan para perawat, serta bidan, "kata Ari Soepriadi, Deputy Executive Vice President II Daerah Operasi 1 Jakarta. 

Ari menjelaskan,  Rail Clinic yang hadir di  Stasiun Kosambi merupakan generasi ke-4 dengan fasilitas lebih lengkap terdiri dari ruang pemeriksaan gigi, ruang pemeriksaan mata, ruang pemeriksaan dokter umum, apotik, ruang pemeriksaan ibu dan anak. Selain itu Rail Clinic juga dilengkapi fasilitas perpustakaan dengan berbagai buku anak-anak hingga dewasa.  

"Selain buku manual,  juga tersedia berbagai fasilitas modern seperti e-library,  video edukatif dan lagu anak-anak, "ujarnya 

Selain pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis, program ini juga membagikan sebanyak 45 kacamata gratis kepada anak-anak sekolah dasar negeri (SDN) 1 Duren,  serta pembagian, paket sembako 200 untuk warga setempat. 

Lanjut Ari,  pada kegiatan kali ini pihaknya menyiagakan tim kesehatan sebanyak 24 personel terdiri dari 5 dokter umum,  2 dokter gigi,  2 bidan,  2 refraksi optisi,  10 perawat umum dan 3 apoteker.

Maman (57), warga Desa Duren Kecamatan Klari mengapresiasi pelayanan kesehatan yang digelar oleh pihak PT KAI. Dirinya berharap kegiatan sosial seperti ini dapat dilakukan secara rutin. "Alhamdulillah bisa berobat gratis, semoga bisa cepat sehat.  Kalau bisa keretanya sering datang ke Kosambi,"kata Maman. (Red)

PotretKarawang.com - Satu rumah yang berada di Perumahan Puri Asih Sejahtera, Rt007, Rw01, Kelurahan Jakasetia, Bekasi Selatan, ludes terbakar dilalap si jago merah.

Kejadian yang berlangsung cukup cepat tersebut, membuat sejumlah warga panik dan berusaha menyelamatkan diri.

Dari penuturan salah seorang saksi mata, Oktia Dana Riani, kebakaran yang terjadi sekitar pukul 11.00 siang tersebut, diduga karena adanya kebocoran gas dari salah satu rumah warga.

"Dugaan awal dari kebocoran gas," tururnya, Selasa (14/8).

Sementara itu, petugas pemadam kebakaran Kota Bekasi, Muhammad Ramdhani, saat dikonfirmasi mengatakan kebakaran yang menghanguskan satu buah rumah tersebut, diduga karena adanya konsleting listrik dan kebocoran gas di dalamnya.

"Masih diselidiki dugaan awal kebakarannya, tapi dugaan sementara karena adanya konsleting listrik dan kebocoran gas," jelasnya.

Pemilik rumah saat dimintai keterangannya belum mengetahui secara pasti berapa jumlah kerugian akibat kebakaran tersebut.

Dirinya mengaku, saat kebakaran terjadi, ia dan istrinya sedang berada di luar rumah.

"Kebetulan saya dan istri tidak ada di rumah, sedang melakukan refleksi. Dan penyebab kebakarannya pun masih belum diketahui secara pasti," tukasnya.(Red)

Pelaku E (45)
PotretKarawang.com - Polisi mengamankan E (45), pria paruh baya yang mencabuli dan menganiaya anak tirinya sendiri. Perbuatan E yang kejam itu membuat EA (6) trauma berat dan luka di beberapa organ tubuhnya. 

Perbuatan bejat E kepada anak tirinya pertama kali dilakukan awal Juli 2018. Saat itu korban sedang tertidur sendirian. Korban yang kaget dan kesakitan lalu berteriak dan memanggil ibunya.

"Ibu korban langsung datang dan memarahi tersangka," Kata Kapolres Karawang AKBP Slamet Waloya saat jumpa pers di Mapolres Karawang, Sabtu (11/8/2018).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, E tidak hanya sekali mencabuli anak tirinya. Ia kembali mengulangi perbuatan kejinya pada akhir Juli 2018. Bahkan saat itu lebih sadis. Pelaku menggigit lidah dan mengancam untuk membunuh bocah malang tersebut jika menolak ajakannya.

Kejadian itu berlangsung di rumah korban Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang. Saat itu korban sedang menonton kartun sendirian. Tiba - tiba pelaku datang dan melakukan hal tak senonoh. Korban yang ketakutan kemudian berteriak minta tolong.

Tak ingin perbuatannya kembali dipergoki istrinya, ia lalu menggigit lidah korban hingga tak melanjutkan berteriak. "Jangan Bilang siapa - siapa Lu ! Gua matiin Lu!" kata E menirukan perbuatannya saat itu. 

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Karawang, Ipda Herwit Yuanita mengungkapkan saat mendapat perlakuan kejam dari E, korban menahan tangis karena ketakutan di bawah ancaman pembunuhan. "Korban mengalami trauma dan menderita," kata Herwit. 

Untuk memulihkan kondisi psikologis korban, polisi mengerahkan psikolog yang rutin mengunjungi korban. Sementara itu, E terancam hukuman penjara 15 tahun. Ia dijerat Undang - undang Perlindungan Anak.(Red)

PotretKarawang.com - Presiden Joko Widodo telah mengungkap nama calon wakil presiden yang akan mendampinginya sebagai calon wakil presiden dalam Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019. Adapun cawapres yang ditunjuk Jokowi adalah Ketua Majelis Ulama Indonesia KH Maruf Amin.

Hal ini diungkap Jokowi dalam konferensi pers usai bertemu ketua umum dan sekretaris jenderal partai politik pendukungnya di Restoran Plataran, Menteng, Jakarta, Kamis (9/8/2018).

"Saya memutuskan dan telah mendapat persetujuan dari partai-partai koalisi yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja bahwa yang akan mendampingi sebagai calon wakil presiden adalah Profesor Kiai Haji Ma'ruf Amin," ujar Jokowi.

Menurut Jokowi, keputusan ini telah ditandatangani oleh sembilan ketua umum dari partai politik pendukungnya. Sedangkan, pendaftaran baru akan dilakukan besok, Jumat (10/8/2018) ke Gedung KPU.

Adapun tokoh partai politik yang hadir dalam pertemuan ini antara lain Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

Selain itu, Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy, Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Grace Natalie, Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo, dan Ketua Umum PKPI Diaz Hendropriyono. 

Sedangkan sembilan sekjen yang hadir, yakni Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Sekjen Partai Golkar Lodewijk Paulus, Sekjen Partai Nasdem Johnny G Platte, Sekjen PKB Abdul Kadir Karding. Selain itu, Sekjen Partai Hanura Herry Lontung, Sekjen PPP Asrul Sani, Sekjen PSI Raja Juli Antoni, Sekjen Partai Perindo Ahmad Rofiq dan Sekjen PKPI Verry Surya Hendrawan.(Red)

Potretkarawang.com - HB (20) pemuda pengangguran asal Dusun Uduk-Uduk desa Mulyasejati, Ciampel, Karawang, ditangkap Petugas kepolisian polres karawang lantaran melakukan sodomi terhadap tiga bocah di bawah umur. Korban melakukan aksinya dengan cara mengiming imingi korbanya dengan memberikan mainan (Layangan).

"Modusnya adalah korban akan di belikan Mainan (layangan) Jika mengikuti perintah dari tersangka," Kata kapolres Karawang, AKBP Hendy F Kurniawan, Kamis (22/02/18).

Pelaku ditangkap berdasarkan laporan dari salah satu orangtua korban. Sedangkan pelaku yang tidak memiliki pekerjaan ini merupakan teman dari adik kandung pelaku.

"Pelaku sudah melakukan aksinya sejak awal januari sampai 14 februari 2018 kemarin,"Lanjut Hendy.

Dikatakanya, awal mula kejadian itu pertama kali dilakukan pelaku dengan cara membawa korban ke rumahnya. Kemudian korban dirayu oleh pelaku untuk memenuhi nafsunya.

"Untuk saat ini, Korban yang sudah di mintai keterangan ada Tiga, yaitu PP (6), IA (6) dan AS (9)," jelas kapolres.

Polisi Juga Mengamankan Baju Milik Para Korban Yang Saat Kejadian Di Pakai Oleh Korban. Untuk Mempertanggung Jawabkan Perbuatanya, Pelaku Di Kenakan Pasal 82 Uu No 17 Tahun 2016, Tentang Perlindungan Anak, Dengan Ancaman Hukuman Paling Lama 15 Tahun Penjara. (Bim)


PotretKarawang.com - Tim Anti Bandit Anaconda Polres Karawang menembak mati pelaku begal KU (22) dan Ju (18) di Cikampek,  Jawa Barat. Pelaku, yang mengaku memiliki ilmu kebal itu ditembak mati karena mengacungkan pistol saat akan ditangkap. 

Polisi sempat menembak beberapa kali sebelum akhirnya pelaku tewas tersungkur. Dua orang pelaku yang ditembak mati ini merupakan anak buah Odet, raja begal yang sebelumnya juga tewas ditembak mati.

"Saat akan ditangkap pelaku mengaku kebal peluru dan menantang anggota kami. Usai dia ngomong begitu mereka langsung mencabut pistol dan mengacungkan Ke arah anggota. Karena sudah terancam anggota kami terpaksa menembak mati kedua pelaku ini. Saya apresiasi tingkat kewaspadaan dan tindakan tegas anggota saya," kata Kapolres Karawang, AKBP Hendy F Kurniawan, saat jumpa pers di ruang jenazah RSUD Karawang, Kamis (25/1/2016).

Menurut Hendy, kedua pelaku merupakan anak buah Odet, yang sebelumnya sudah lebih dulu ditembak mati. Kelompok Odet ini dikenal sadis dan sering menganiaya korbannya, bahkan ada yang sampai meninggal karena dianiaya. 

Meski Odet, yang dikenal raja begal ini sudah mati namun anak buahnya masih gentayangan dan terus menjalankan aksi kejahatannya. "Kami mendapat informasi jika kedua pelaku ini akan menjalankan aksinya di kawasan Cikampek. Kami turunkan tim kesana dan ternyata benar kedua pelaku ada disana. Saat akan ditangkap kedua pelaku mengacungkan pistol jenis gas gun," katanya.

Dikatakan, saat akan ditangkap itu pelaku sempat teriak jika mereka kebal terhadap peluru dan menantang polisi sambil mencabut pistol. Polisi yang meresa sudah terancam langsung menembak saat pelaku mengacungkan pistol ke arah petugas. Tembakan pertama dan kedua pelaku masih bisa berdiri dan berlari. 

Namun saat peluruh ketiga dilepaskan pelaku langsung tersungkur dan tewas. " Pelaku KU ditembak tiga kali dan Ju ditembak empat kali baru roboh dan tewas ditempat." katanya.

Menurut Hendy dengan tewasnya dua pelaku ini dipastikan jaringan Odet yang sangat meresahkan masyarakat sudah terkikis. Kendati begitu kepolisian tidak akan menghentikan tugas membasmi kajahatan begal yang marak di Karawang, terutama di kawasan Cikampek dan Kotabaru. 

"Kami masih terus beroperasi memburu pelaku begal dengan banyak kelompok yang ada di Karawang. Saya ingin memastikan jika kita berani mengambil tindakan tegas dan terukur termasuk harus menembak mati pelaku begal sadis," pungkasnya. (Red)



PotretKarawang.com - Gara-gara terlilit utang ke rentenir untuk berobat anaknya yang menderita penyakit leukimia atau kanker darah, Anissa (29) warga Desa Cilewo, Kecamatan Telagasari, Karawang, Jawa Barat, nekat hendak menjual ginjalnya sebesar Rp10 juta. Anissa, yang berprofesi sebagai penjaga toko pakaian ini mengumumkan niat menjual ginjalnya tersebut melalui media sosial Facebook. Namun niat menjual ginjal belum berhasil karena belum ada yang menawar.

Ditengah kebingungan itu Anissa akhirnya nekat mendatangi rumah dinas Wakil Bupati Karawang, Ahmad Zamaksyari, untuk meminta perlindungan dari kejaran rentenir.

"Saya sudah tidak tahu harus gimana lagi karena tidak ada yang mau menolong saya. Akhirnya saya putuskan untuk menjual ginjal saya kepada yang membutuhkan sebesar Rp10 juta. Saya umumkan niat saya menjual ginjal melalui akun Facebook saya selama satu minggu belum juga ada yang mau. Akhirnya saya ke rumah Pak Wabup, karena saya dikejar rentenir dan diancam mau dipenjara karena tidak membayar utang Rp5 juta," kata Anissa usai menemui Wabup Ahmad Zamaksyari, Jumat (19/1/2018).

Anissa mengatakan, niat untuk menjual ginjal karena dirinya sudah tidak tau lagi cara untuk mendapatkan uang untuk membayar rentenir dan juga mengobati anaknya. 

Dia mengaku suaminya Arya sudah satu tahun hilang tidak tahu rimbanya. Dia nekat meminjam uang Rp2 juta kepada rentenir namun bunganya terus bertambah selama dua bulan menjadi Rp5 juta karena tidak bisa membayar cicilan. Pinjaman itu untuk ongkos anaknya berobat ke Kalimantan di rumah keluarganya. 

"Saya sudah tidak sanggup lagi mengobati anak saya di Rumah Sakit Dharmais Jakarta, karena buat makan sehari-hari sudah berat. Akhirnya saya putuskan pinjam uang untuk membawa anak saya ke Kalimantan untuk diurus oleh keluarga saya disana," katanya.

Keputusan Anissa untuk menjual ginjalnya sudah bulat karena harus membayar rentenir yang sudah menahan KTP dan ijazahnya. Namun karena tidak ada yang mau dalam satu minggu itu akhirnya dia memutuskan mendatangi Wabup, Ahmad Zamaksyari meminta bantuan. 

"Saya sering dengar pak wabup sering menerima orang yang kesusahan makanya saya datang kesini," katanya.

Sementara itu Wakil Bupati Ahmad Zamaksyari yang menemui Anissa mengatakan, masalah yang dialami oleh Anissa adalah salah satu contoh betapa jahatnya praktik rentenir di Karawang. 

Namun niat Anissa menjual ginjal tidak boleh terjadi dan harus dicegah dengan alasan apapun. Dia minta Anissa berjanji mengurungkan niatnya menjual ginjal. 

"Kalau soal utang kita bantu tapi yang wajar saja masak utang Rp2 juta bisa jadi Rp5 juta itu keterlaluan. Nanti kita urus itu dan kita juga akan minta KTP dan Ijazahnya yang ditahan. Yang penting jangan sampai ginjalnya dijual," tandasnya.(Red)  



PotretKarawang.com - Tim Puslabfor mabes polri di bantu dengan polres karawang, mendatangi lokasi tembat pembuangan limbah karung yang di duga terkontaminasi bahan berbahaya,DI Kampung citaman, desa amansari,kecamatan pangkalan, karawang. Limbah berbahaya itu berupa poly aluminium chlorid, atau PAC, dan, caustic soda.

Di lokasi, tim puslabfor mengambil beberapa sampel di lokasi pembuangan limbah tersebut, diantara nya, sebuah karung, air hujan yang ada di karung, serta tanah di sekitar lokasi.

"Kimia Jenis Ini Cukup Berbahaya Jika Tersentuh Atau Terhirup, Pasalnya Limbah Ini Bisa Menguap, Hingga Akan Berakibat Fatal," kata Kasat Reskrim Polres Karawang, Akp Maradona Armin Mappaseng. Jumat (19/01/18).

Dari hasil uji material beberapa sampel, tim puslambfor polri, mendapatkan adanya bahan-bahan yang di anggap berbahaya, serta memiliki PH atau tingkat keasaman yang cukup tinggi, sehingga berbahaya bagi lingkungan dan orang yang menyentuhnya.

"Hasil Uji Kadar Asam Dari Limbah Beracun Tersebut Terdeteksi 14 Kadar Asam Atau PH Yang Ada Pada Limbah Tersebut, Artinya  Limbah Ini Cukup Berbahaya," Terang Maradona Kepada Wartawan.

Sejauh Ini Polisi Belum Menetapkan Tersangka Atas  Pembuangan Limbah Beracun Sebanyak 78 Ton Ini, Polisi Baru Memeriksa 12 Saksi, Mereka Adalah Sopir Truck Dan Kondekturnya, Sementra Pemilik  Limbah, Baru Akan Dilakukan Pemanggilan Untuk Diperiksa.

Sebelumya, Polisi Berhasil Mengamankan Lima Unit Truk Fuso bermuatan 78 Ton Limbah karung yang di indikasi terkontaminasi oleh limbah berbahaya dan beracun. kasus pembuangan Limbah Yang di ketahui berasal dari lampung itu kini masih dalam penyelidikan petugas. (Bim)


PotretKarawang.com - Persika Karawang resmi mengikat 24 pemain untuk mengarungi musim Liga 2 2018, setelah resmi menyodorkan kontrak kepada 11 pemain pada Selasa (16/01), sekitar 11 pemain ini melengkapi 13 pemain yang sebelumnya telah menandatangani pra kontrak dengan Persika Karawang.
Meski total sudah mengikat 24 pemain, tidak menutup kemungkinan Persika Karawang akan menambah lagi pemain. Terutama di lini pertahanan khususnya stoper yang baru diisi Aang Suparman, Haris Hardiansyah, Agus Supriyanto dan M. Taufik. Kabarnya, manajemen segera mendatangkan satu lagi stoper yang kini masih tercatat sebagai pemain dari klub yang bermain di Liga 1 musim ini.
Komisaris Utama PT. Persika Karawang Pangkal Perjuangan, H. Saepul Riki mengatakan, kalau 24 pemain tersebut diikat sesuai dengan rekomendasi pelatih kepala, Ricky Nelson. “Setelah mengikuti serangkaian proses seleksi, 24 pemain tersebut menjadi pilihan dan bakal berseragam dengan Persika Karawang di Liga 2 2018,” kata Riki.
Sementara, striker anyar Persika, Rizky Novriansyah mengaku senang telah bergabung bersama Persika Karawang. Pemain asal Pangkal Pinang yang pernah berseragam Sriwijaya FC dan PSS Sleman ini dianggap cocok diduetkan dengan Rudiyana.
Terbukti, saat laga uji coba melawan UiTM Malaysia dan PS TNI, kerja sama “Duo R” ini selalu menciptakan peluang emas serta sudah menghasilkan 2 gol yang kedua golnya dicetak oleh Rudiyana dan melalui kerja sama yang apik.
“Alhamdulillah senang bisa dipercaya oleh Persika untuk menjadi bagian di tim ini. Semoga bisa memberikan kontribusi baik terhadap tim dan bisa mencapai target lolos ke Liga 1,” kata pemain dengan tinggi 180 cm ini.
Berikut 24 pemain yg sudah resmi dikontrak Persika Karawang.
Kiper:
– Ghoni Yanuar (PSGC Ciamis)
– Usman Pribadi (Persiwa Wamena)
– Harlan Suardi (Borneo U-19)
– Taopik Hidayat (Dipertahankan)

Bek:
– Aang Suparman (Persela Lamongan)
– Agus Supriyanto (Dipertahankan)
– Haris Hardiansyah (Martapura FC)
– M. Taufik Sogeng (Dipertahankan)
– Sutrisno (Dipertahankan)
– Khalil Gibran (Dipertahankan)
– Dolly Gultom (Kepri Jaya/PSPS Pekanbaru)

Tengah
– M. Fadil Redian (Dipertahankan)
– Rezky Ikhwan (Dipertahankan)
– Reza Saputra (Martapura FC)
– Tamsil Sijaya (PSMP Mojokerto Putra)
– Rizky Nasution (Borneo FC)
– Sahrudin (Ternate)
– Jechson Felix Ge Tiwu (Bali United)
– Sandi Pratama (Martapura FC)
– Sahrul Mustofa (Persegres Gresik)

Depan:
– Rudiyana (Persis Solo)
– Rizky Novriansyah (PSS Sleman)
– Husnudzhon (Dipertahankan)
– Philemon Jackson Baay (Persiwa Wamena)

Potretkarawang.com - Pemerintah Kabupaten Karawang (Pemkab) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) merampungkan mega proyek Pembangunan Gedung Tower 1 Komplek Pemda 2 sebelum akhir tahun anggaran 2017.

Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Bangunan DPUPR, , saat ditemui awak media di ruang kerjanya, .

"Tahun anggaran sebelumnya, kegiatan pembangunan gedung tower pemda 2 tahap pertama dilaksanakan oleh Dinas Cipta Karya, yang kini menjadi Dinas PRKP. Kini pada tahun anggaran berjalan, pembagunan gedung tower ini dilakukan oleh Dinas PUPR. Namun perlu diketahui, untuk realisasi pembagunan tahun ini, pembangunan difokuskan pada pekerjaan arsitektur dan mekanikal elektrik, karena sebelumnya untuk pekerjaan struktur atau konstruksi sudah dilakukan pada tahun anggaran sebelumnya oleh Cipta Karya,"ungkap Kepala Bidang Bangunan DPUPR, Anyang Saehudin, ST, beberapa waktu lalu.

Pelaksanaan lanjutan pembangunan gedung tower pemda 2, jelas Anyang, Dinas PUPR memusatkan pada beberapa bidang pekerjaan diantaranya pekerjaan arsitektur, pekerjaan mekanikal, elektrikal, pekerjaan lift dan aksesoris dan pekerjaan tambahan lainnya.

"Lanjutan pekerjaan tahap lanjutan kali ini tidak fokus pada pekerjaan konstruksi atau struktur, melainkan kepada pekerjaan yang tujuannya untuk penyelesaian pembagunan gedung. Oleh karenanya pekerjaannya seperti arsitektural yang berkaitan dengan estetika, pembangunan instalasi dan jaringan, ada pemasangan lift dan lainnya," jelas Anyang yang juga selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kegiatan.

Menurut dia , berdasarkan kesepakatan yang tertuang di dalam kontrak kerja antara DPUPR selaku pengguna barang/jasa dengan PT. Aura Hutaka selaku penyedia barang/jasa, Gedung Tower 1 Komplek Pemda 2 harus sudah selesai dibangun sebelum akhir tahun anggaran 2017.

"Ya mereka (Aura Hutaka, red) harus menyelesaikan pekerjaan sebelum tutup tahun. Meski ada sedikit perubahan jadwal dikarenakan berbarengan dengan perayaan Idul Fitri, namun berdasarkan kesepakatan, kami selaku pengguna jasa tetap merasa optimis proyek tersebut bakal rampung sebelum jadwal yang telah disepakati," katanya.

Sesuai dengan rencana pembangunan, tambah Anyang, total luas bangunan pada gedung tower tersebut mencapai 7500 meter per segi yang terbagi menjadi lima lantai.

"Total luas lahan rencananya akan mencapai 7,2 ha, untuk bangunan tower itu sendiri berdiri di atas lahan seluas 4,7 ha, dengan luas bangunan per lantai mencapai 1500 meter per segi yang dibagi menjadi dua bagian," imbuhnya. (Red)


Potretkarawang.com - Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karawang menilai pemerintah melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) belum dapat memaksimalkan potensi pajak daerah yang ada diberbagai sektor.

Dikatakan Anggota Komisi B DPRD Karawang, Natala Sumedah, Bapenda sendiri dalam Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD-P) justru menurunkan target pendapatannya sebesar Rp 70 miliar, dari sebelumnya sebesar Rp 834,51 miliar menjadi Rp 764,51 miliar.

"Ada beberapa pajak daerah yang realistis untuk diturunkan, tapi potensi pajak daerah lainnya harusnya bisa digenjot," kata Natala,

Menurut Natala, pajak yang realistis diturunkan itu seperti Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dari target sebesar Rp 300 miliar jadi Rp 250 miliar. Karena BPHTB itu tidak bisa diprediksi, tergantung pada kondisi transaksi penjualan lahan.

Pajak yang juga diturunkan targetnya adalah sektor pajak penerangan non PLN, menjadi sebesar Rp 13,84 miliar dari target sebelumnya Rp 19,84 miliar. DImana penurunanya mencapai Rp 6 miliar.

“Untuk menutupi penurunan pada dua sektor pajak tersebut, Bapenda semestinya bisa memaksimalkan pajak daerah yang belum tergali dari sektor yang lain, seperti pajak kos-kosan, pemancingan, kolam renang, hiburan dan restoran,” ungkapnya. (red)

Potretkarawang.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karawang telah melaksanakan penjaringan aspirasi keluarga besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Karawang. 

Dalam pertemuan yang bersifat interaktif  beberapa waktu lalu Komisi D pada DPRD Kabupaten Karawang bersama para Kepala UPTD PAUD SD, pengawas, kepala sekolah, paraguru TK, SD, SMP, SMA maupun SMK seperti dalam pertemuan di SDN Cintawargi 1, Kecamatan Tegalwaru.

Wakil ketua Komisi D DPRD Kabupaten Karawang H. Endang Sodikin, S.Pd.I, MH menuturkan, berdasar APBD Karawang, honor yang non kategori dapat dinaikkan dari Rp 300 ribu menjadi Rp 400 ribu perbulan. Sedangkan kategori 2 dan 3 dari Rp 500 ribu menjadi Rp 700 ribu perbulan. 

"Kami juga menyampaikan permohonan maaf, pemerintah belum mampu memberi insentif yang layak bagi guru honorer. Meski begitu patut disyukuri bersama atas perubahan tersebut. Itu saja totalnya sudah mencapai Rp 21 miliar setahun,” kata Endang Sodikin.

Sementara itu, terkait pemakaian gedung sekolah yang digunakan kegiatan proses belajar mengajar tingkat SMA Negeri , pihaknya secara kedinasan selaku wakil rakyat akan menyampaikan kepada  pihak Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk segera dilakukan percepatan.


"Urusan SMA Negeri itu wewenang mereka (pemrov jabar, red). Namun kami akan terus berusaha menindaklanjuti agar bisa terealisasi memiliki gedung" pungkasnya.

Pada kesempatan sebelumnya, diisampaikan Kepala UPTD PAUD SD Tegalwaru, Asep Yogi, S.Pd.I., M.Pd. mengingat masih banyaknya status guru honorer yang kesejahteraannya masih jauh dari harapan layak. 

"Mereka digaji dari pengalokasian sebagian dana biaya operasional sekolah atau dana BOS. Bahkan sekokah SMAN 1 Tegalwaru belum punya gedung sendiri karena baru memproses pembelian lahan oleh pemerintah. Sementara yang berstatus ASN hanya kepala sekolah saja," ungkapnya. (red)

Potretkarawang.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karawang meminta pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan  (DLHK) Kabupaten Karawang agar membuat program pencegahan pencemaran lingkungan.

Hal itu diungkapkan anggota DPRD dari Partai NasDem Indriyani, ST, saat menghadiri gerakan penghijauan bersama sejumlah aktivis lingkungan di Karawang, Selasa (28/11/2017).

"DLHK sebagai leading sector yang mengurusi lingkungan harus membuat program yang berpihak pada lingkungan. Jangan jadikan alam ini rusak oleh segelintir oknum yang hanya berorientasi kepentingan bisnis semata,"katanya.

Ditegaskannya, DLHK harus menjalankan regulasi dengan benar, rekomendasi-rekomendasi lingkungan harus sesuai dengan peraturan yang ada. "Selain itu segera melakukan sidak terhadap perusahaan-perusahaan yang terindikasi mencemari lingkungan dan segera melakukan tindakan nyata,"pungkasnya

Kegiatan penghijauan yang digelar di Lapangan Sepakbola, Desa Wanajaya, Telukjambe Barat merupakan kegiatan memperingati hari menanam pohon nasional. (red)



Pembangunan taman di wilayah kota karawang
Potretkarawang.com - Sempat menjadi sorotan publik terkait besarnya anggaran yang disiapkan pemerintah, kini publik juga menyoroti pelaksanaan pengerjaan penataan dan pembangunan taman yang dilaksanakan pihak penyedia jasa pertamanan pada empat  lokasi di wilayah kawasan perkotaan Kabupaten Karawang.

Publik menilai, pelaksanaan pengerjaan pembangunan taman yang digelar pemerintah melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPRKP) Kabupaten Karawang hasilnya tidak akan sesuai harapan.

"Saya sudah hampir dua minggu melihat pelaksanaan pembangunan taman,  baik yang berada di wilayah Karawang Barat, atau pun yang di Telukjambe Timur. Saya pesimis hasilnya tidak akan maksimal,"ungkap Anwar, warga yang mengaku dari Kelurahan Karawang Kulon, Rabu (22/11).

Ia mengatakan, sejak dua pekan dirinya melihat proses pembangunan taman, tidak pernah sekalipun ia melihat adanya aktifitas pengawasan secara langsung dari instansi terkait, yang biasa dilakukan pada setiap kegiatan yang dibiayai dari uang daerah.

"Saya belum pernah melihat pengawas, atau ada ahli dari pihak penyedia jasa yang intens turun ke lokasi untuk melakukan pentahapan pembangunan. Padahal biasanya, setiap penyedia jasa itu dipersyaratkan harus menempatkan tiga ahli, diantaranya manager, orang lanskep, dan ahli K3. Ini malah belum terlihat. Yang ada hanya pekerja atau tukang biasa,"kata Asep.

Akan hal itu, lanjut Asep, bisa dipastikan pelaksanaan pekerjaan seperti yang sudah ditetapkan didalam kerangka acuan kerja (KAK) tidak akan berjalan sesuai rencana.

"Nanti diperiksa saja kapan-kapan, coba di cek tanah arugannya, padat tidak. Padahal untuk pekerjaan arugan saya meyakini pemerintah melalui instansi terkait pasti mempersyaratkan adanya kegiatan pemadatan dengan menggunakan stemper,"lanjut Asep.

Selain itu, Asep juga menyayangkan itikad kurang baik yang dilakukan oleh pihak penyedia jasa. Seharusnya, pekerja itu diberikan keamanan yang safety, tidak memiliki resiko kecelakaan kerja yang tinggi.

"Lihat saja, standar keselamatan pekerjanya tidak ada. Mana ada pekerja yang menggunakan sarung tangan yang representatif, helm, sepatu, bahkan rambu-rambu lalu lintas sebagai tindakan pencegaha. Ini di pinggir jaln loh melaksanakan pekerjaannya,"tandas Asep.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan atau informasi yang dapat disampaikan pihak dinas melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kegiatan.

Saat disambangi ke kantornya, PPK Kegiatan, Novi Gunawan, tidak berada di kantornya dengan alasan sedang di lapangan.

"Bapak sedang monitor pekerjaan,"ungkap staf DPRKP yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan. (red)


Potretkarawang.com - Upah buruh di Karawang yang terlampau tinggi dianggap bisa merugikan perusahaan dan kalangan buruh. Oleh sebab itu Abdul Syukur, Ketua Apindo Karawang menilai upah buruh di Karawang tidak perlu naik. "Upah yang terlalu tinggi, malah bisa merugikan semua pihak. Baik pengusaha atau buruh. Pengusahanya bangkrut, buruhnya di-PHK," ungkap dia.

Syukur menyatakan upah buruh di Karawang terlampau tinggi. Hal itu, menurut dia, tidak realistis karena biaya hidup di Karawang tidak semahal di Jakarta. 

"Jika dibandingkan dengan daerah sekitar, upah buruh di Karawang sudah sangat terlalu tinggi. Misalnya Jakarta yang 2018 sepakat di Rp 3,6 juta. Namun Karawang tahun 2017 saja sudah Rp 3,6 juta. Padahal biaya hidup di Jakarta lebih tinggi dibandingkan dengan Karawang," ujar Syukur

Dengan demikian, menurut Syukur, upah buruh di Karawang tidak perlu naik. Selain merugikan perusahaan, kenaikan upah itu merugikan kalangan buruh. 

"Di Karawang ini sudah ada 15 ribuan buruh kena PHK. Itu gara-gara perusahaan nggak sanggup bayar gaji. Kalau begini terus semuanya rugi. Perekonomian sekitar juga terganggu," kata dia. 

Syukur mencontohkan beberapa perusahaan yang gulung tikar akibat kelimpungan membayar gaji. "Seperti PT Hansai sudah tutup, PT DSI keluar dari Karawang. Lalu ada PT Royal, PT Toyoter, PT Indorama mereka semua tutup. Semua rugi," kata dia. 

Untuk mencegah depresi yang makin buruk, Syukur berharap pemerintah harus berdialog dengan pihak terkait untuk menentukan besaran upah di Karawang tahun depan. 

"Harus ada kesepahaman untuk menjaga keseimbangan tenaga kerja dan perusahaan," tutur dia seperti dikutip detikfinance

Ia berpendapat, kenaikan upah yang ditentukan pemerintah tidak harus ditaati oleh perusahaan yang lemah. Menurut dia, sebaiknya kenaikan upah itu hanya berlaku untuk perusahaan mapan. 

"Pemerintah juga harus menemukan solusi yang tepat bagi perusahaan yang tidak mampu membayar upah tinggi," ucapnya.

Potretkarawang.com - Pembangunan sejumlah taman kota yang tengah gencar dibangun oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) diminta agar tidak dikerjakan secara asal-asalan. Mengingat selama ini pembangunan taman kota dinilai tidak memenuhi estetika dan terkesan asal jadi.

"Buktinya, banyak taman kota yang sudah dibangun, tapi dibongkar lagi. Di bangun taman lagi, terus kemudian dibongkar lagi. Jadi terkesan tidak ada konsep dalam pembangunan taman," kata Elievia Khrissiana, Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karawang.

Oleh sebab itu pihaknya mengingatkan agar pembangunan taman-taman saat ini di Kabupaten (Pemkab) dalam perencanaannya harus benar.”Konsep tamannya juga harus matang. Selama ini kami melihat pembangunan taman kota asal-asalan, tanpa perencanaan dan konsep," katanya.

Karena menurutnya tujuan pembangunan taman kota ialah untuk memperindah wajah perkotaan. Maka seharusnya taman kota itu memiliki nilai keindahan dan mencirikan kebudayaan Karawang itu sendiri. Apalagi anggaran yang dialokasikan mencapai miliaran rupiah.

Anggota Anggota Komisi C DPRD Karawang, Acep Suyatna juga mengatakan, taman kota yang berada di bundaran mega M sampai lampu merah pengadilan itu baru satu tahun dibangun, tapi tahun ini sudah dibongkar lagi dan dijadikan taman lagi. "Bukankah itu merupakan pemborosan anggaran, terlebih anggarannya mencapai Rp 1,2 miliar," ujarnya.

Dikatakan, anggaran sebesar itu harusnya bisa mendanai yang lain, jangan hanya menata taman saja. Selain itu, pohon yang ditanam tetap pohon-pohon kecil. Padahal dalam Perda RTH (Ruang Terbuka Hijau) diamanatkan taman itu menggunakan pohon-pohon besar. "Kami nanti akan memanggil dinas PRKP (Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman) yang membidangi pertamanan," katanya.

Sebelumnya, Pembangunan trotoar disepanjang jalan protokol Kabupaten Karawang mencetak angka fantastis sebesar kurang lebih Rp. 1,2 miliar. Anggaran itu bakal difokuskan untuk pembangunan air mancur dan pembangunan trotoar dengan revitalisasi taman.

"Untuk revitalisasi taman kami lakukan dimulai dari depan Mega Mall Karawang Kota sampai ke perapatan lampu merah DPRD Karawang.Dimana tepat didepan Mega Mall akan kami buatkan dua titik air mancur, dengan bentuk satu bulat dan satunya memanjang," ujar Kabid Pertamanan dan Pemakaman Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP), Novi Gunawan.

Selain revitalisasi taman, trotoar yang ada pun dibongkar kembali untuk dilakukan penambahan ketinggian, yaitu sekitar 45 cm sedikit lebih tinggi dari trotoar awal dengan lebar atas 15 cm serta panjang trotoar mencapai 1067 m sampai depan perapatan lampu merah DPRD.

Novi menjelaskan, anggaran pembangunan trotoar mencapai Rp 1,2 miliar itu untuk mewujudkan Kota Karawang menjadi lebih indah dan representatif untuk memanjakan para pengguna jalan. Karena, disepanjang trotoar nanti akan ditanami oleh tanaman perdu aneka warna, juga pot - pot bunga dengan bentuk yang indah.

"Pembangunan trotoar ini memang sesuai konsep yang diinginkan oleh Bupati, agar kota menjadi lebih indah dan asri dengan air mancur yang unik jadi saya rasa anggaran pun sudah sesuai,"jelasnya. (red)




PotretKarawang.com - Pembangunan taman yang berada di wilayah kota Karawang jadi sorotan publik. Publik menilai, penataan taman di empat lokasi yang berada di dua kecamatan, Kecamatan Karawang Barat dan Kecamatan Telukjambe Timur, tidak memiliki konsep dan hanya menghambur-hamburkan keuangan daerah.

"Saya sepakat pemerintah melalui dinas terkait punya komitmen untuk memperindah kota dengan melakukan penataan taman. Tapi dengan media yang hanya menggunakan median dan sempadan jalan, apa iya pemerintah harus merogoh kocek hingga Rp3,89 miliar. Fantastik!,"tegas Anwar, warga yang mengaku berasal dari Kecamatan Karawang Barat, Senin (20/11).

Untuk membangun sebuah taman, lanjut Anwar, seharusnya pemerintah memiliki konsep yang jelas dan terintegrasi.

"Konsep tamannya tidak terlihat. Kalau terkesan hanya untuk dijadikan kebanggan dan identitas yang mengandung makna dari sebuah daerah, dan kalau hanya untuk menyulap median jalan agar memiliki nilai estetika dan ikon kota, pemerintah terlalu boros melakukan hal itu,"lanjut Dian.

Ia berharap, pada tahun anggaran mendatang, untuk melakukan penataan wilayah dengan kegiatan membangun ruang terbuka publik, seperti pembangunan taman, pemerintah harus memiliki konsep, memiliki perencanaan.

"Saya berharap pada tahun anggaran mendatang pemerintah tidak gegabah lah dalam menggunakan uang rakyat. Jangan bongkar pasang kegiatan misalnya. Masih banyak urusan-urusan umum yang jauh lebih penting untuk diprioritaskan,"harapnya.

Sebelumnya, pada tahun anggaran 2017, pemerintah melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPRKP) merealisasikan pembangunan taman di empat lokasi di wilayah perkotaan Karawang dengan pagu anggaran hingga mencapai Rp4 miliar.

Pantuan Potretkarawang.com, dari realisasi pembangunan itu, selain mendapat sorotan tajam dari masyarakat, pembangunan taman tersebut juga jadi perhatian khusus Komisi C DPRD Karawang. (red)



Diberdayakan oleh Blogger.