Halloween party ideas 2015
Tampilkan postingan dengan label KRIMINAL. Tampilkan semua postingan

Potretkarawang.com - HB (20) pemuda pengangguran asal Dusun Uduk-Uduk desa Mulyasejati, Ciampel, Karawang, ditangkap Petugas kepolisian polres karawang lantaran melakukan sodomi terhadap tiga bocah di bawah umur. Korban melakukan aksinya dengan cara mengiming imingi korbanya dengan memberikan mainan (Layangan).

"Modusnya adalah korban akan di belikan Mainan (layangan) Jika mengikuti perintah dari tersangka," Kata kapolres Karawang, AKBP Hendy F Kurniawan, Kamis (22/02/18).

Pelaku ditangkap berdasarkan laporan dari salah satu orangtua korban. Sedangkan pelaku yang tidak memiliki pekerjaan ini merupakan teman dari adik kandung pelaku.

"Pelaku sudah melakukan aksinya sejak awal januari sampai 14 februari 2018 kemarin,"Lanjut Hendy.

Dikatakanya, awal mula kejadian itu pertama kali dilakukan pelaku dengan cara membawa korban ke rumahnya. Kemudian korban dirayu oleh pelaku untuk memenuhi nafsunya.

"Untuk saat ini, Korban yang sudah di mintai keterangan ada Tiga, yaitu PP (6), IA (6) dan AS (9)," jelas kapolres.

Polisi Juga Mengamankan Baju Milik Para Korban Yang Saat Kejadian Di Pakai Oleh Korban. Untuk Mempertanggung Jawabkan Perbuatanya, Pelaku Di Kenakan Pasal 82 Uu No 17 Tahun 2016, Tentang Perlindungan Anak, Dengan Ancaman Hukuman Paling Lama 15 Tahun Penjara. (Bim)


PotretKarawang.com - Tim Anti Bandit Anaconda Polres Karawang menembak mati pelaku begal KU (22) dan Ju (18) di Cikampek,  Jawa Barat. Pelaku, yang mengaku memiliki ilmu kebal itu ditembak mati karena mengacungkan pistol saat akan ditangkap. 

Polisi sempat menembak beberapa kali sebelum akhirnya pelaku tewas tersungkur. Dua orang pelaku yang ditembak mati ini merupakan anak buah Odet, raja begal yang sebelumnya juga tewas ditembak mati.

"Saat akan ditangkap pelaku mengaku kebal peluru dan menantang anggota kami. Usai dia ngomong begitu mereka langsung mencabut pistol dan mengacungkan Ke arah anggota. Karena sudah terancam anggota kami terpaksa menembak mati kedua pelaku ini. Saya apresiasi tingkat kewaspadaan dan tindakan tegas anggota saya," kata Kapolres Karawang, AKBP Hendy F Kurniawan, saat jumpa pers di ruang jenazah RSUD Karawang, Kamis (25/1/2016).

Menurut Hendy, kedua pelaku merupakan anak buah Odet, yang sebelumnya sudah lebih dulu ditembak mati. Kelompok Odet ini dikenal sadis dan sering menganiaya korbannya, bahkan ada yang sampai meninggal karena dianiaya. 

Meski Odet, yang dikenal raja begal ini sudah mati namun anak buahnya masih gentayangan dan terus menjalankan aksi kejahatannya. "Kami mendapat informasi jika kedua pelaku ini akan menjalankan aksinya di kawasan Cikampek. Kami turunkan tim kesana dan ternyata benar kedua pelaku ada disana. Saat akan ditangkap kedua pelaku mengacungkan pistol jenis gas gun," katanya.

Dikatakan, saat akan ditangkap itu pelaku sempat teriak jika mereka kebal terhadap peluru dan menantang polisi sambil mencabut pistol. Polisi yang meresa sudah terancam langsung menembak saat pelaku mengacungkan pistol ke arah petugas. Tembakan pertama dan kedua pelaku masih bisa berdiri dan berlari. 

Namun saat peluruh ketiga dilepaskan pelaku langsung tersungkur dan tewas. " Pelaku KU ditembak tiga kali dan Ju ditembak empat kali baru roboh dan tewas ditempat." katanya.

Menurut Hendy dengan tewasnya dua pelaku ini dipastikan jaringan Odet yang sangat meresahkan masyarakat sudah terkikis. Kendati begitu kepolisian tidak akan menghentikan tugas membasmi kajahatan begal yang marak di Karawang, terutama di kawasan Cikampek dan Kotabaru. 

"Kami masih terus beroperasi memburu pelaku begal dengan banyak kelompok yang ada di Karawang. Saya ingin memastikan jika kita berani mengambil tindakan tegas dan terukur termasuk harus menembak mati pelaku begal sadis," pungkasnya. (Red)

Potretkarawang.com – Seorang lelaki berinisila J, begal motor asal lampung, tewas usai baku tembak dengan polisi di wilayah kecamatan jatisari, Rabu (15/11/17) pagi.
“ kejadinnya di pinggir jalan saat situasi sepi  sekitar jam 5 pagi, “ ujar kapolres karawang AKBP Ade Ary Syam Indradi.
Ia mengungkapkan, TKP peristiwa baku tembak antara pelaku dan aparat berada di jalan raya pantura.
Sejak rabu malam, dua tim khusus pemberantasan kejahatan jalanan memang sudah membuntuti residivis tersebut.
Sebelumnya, polisi telah menangkap anak buah J yang berinisial M. Dari pria 23 tahun itu, polisi mendapat informasi soal J, yang di kenal sebgai pentolan komplotan begal asal lampung.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, J dan M ialah kawanan begal asal Lampung. Keduanya bagru tinggal selama delapan bulan di karawang, meski baru sebentar tinggal di karawang, J dan M sudah lihai dalam melancarkan aksinya.
“ dalam sehari, target mereka bisa mencuri enam motor,” kata ade

Selain di kenal licin, J juga tergolong pencuri yang bengis. “ karena dia bawa pistol kemana-mana, bahkan tak segan untuk menembak korbanya jika melawan” (red)

KARAWANG - Warga di Kampung Sembang RT 02/05, Desa Belendung Kecamatan Klari digegerkan dengan adanya dugaan pembunuhan terhadap perempuan bernama Omah (45 tahun). Dari informasi yang dihimpun jasad korban pertama kali ditemukan oleh warga yang membeli kopi di warung korban.

Kapolsek Klari Kompol Relisman Nasution di lokasi kejadian mengungkapkan korban ditemukan dalam posisi telungkup. Korban juga ditemukan tidak bernyawa dalam kondisi tanpa busana.

 “Ya korban telungkup dan tidak berbusana,”katanya

Sejauh ini pihaknya belum bisa memastikan tewasnya korban akibat pembunuhan. Namun dari hasil pemeriksaan awal jasad korban ditemukan luka dibagian kepala yang disebabkan oleh benda tumpul.

“Ada luka-luka ada dibagian kepala. Kemungkinan kena benda tumpul. Sementara kita akan dalami,”katanya

Petugas kepolisian dari polres karawang yang mendatangi lokasi kejadian, langsung melakukan olah tempat kejadian perkara,dan mengidentifikasi jasad korban. polisi juga memasang garis polisi di sekitar rumah korban.

Untuk keperluan Autopsi jasad korban dilarikan ke RSUD Karawang oleh tim identifikasi Polres Karawang, Kini kasusnya dalam penanganan polsek klari dan polres karawang. (Bim)

KARAWANG - Petugas Kepolisian dari Polres Karawang telah memintai keterangan sejumlah orang terkait dugaan penculikan terhadap seorang bocah bernama  Aelyssa Asshabiya Fabriana, 3,5 tahun yang diduga diculik oleh seorang asisten rumah tangga yang bekerja di rumah orang tuanya.

Kasat Reskrim Polres Karawang AKP Maradona Armin Mapaseng mengatakan, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi selain orang tua korban dan tukang ojek yang mengantar pelaku ke stasiun kereta Karawang.

"Kita sudah introgasi beberapa orang diantaranya kedua orang tua korban, 2 tukang ojek yang mengantar ke stasiun kota karawang, petugas loket stasiun karawang kota dan pengamen di sekitar stasiun kota,"katanya saat dihubungi, Jumat (18/8/2017).

Selain itu pihaknya juga telah meminta keterangan dari tukang ojek stasiun Karawang kota yang mengantar lagi ke daerah sekitar Perumahan Karaba. Menurutnya saksi tersebut sempat melihat pelaku dengan korban.

"Saksi di karaba yang sempat melihat korban dan pelaku. Saksi yang sempat melihat di rumah dan pelaku sempat sholat isya dan meninggalkan barang-barangnya disana,"ujarnya.

Dari hasil temuan barang-barang pelaku, pihak kepolisian terus mencari keberadaan pelaku. Menurutnya pelaku dan korban masih berada di sekitar Karawang."Dugaan kuat masih di daerah karawang. Kita terus mencari,"ujarnya 

Dugaan penculikan tersebut terjadi pada Selasa (14/8/2017) sekitar pukul 17.00 WIB. Orang tua korban, Eka Yuana mengungkapkan, pembantu yang bernama Wasri  baru bekerja si rumahnya itu baru dua minggu.

"Dia langsung pergi bawa tas dia dan pakai ojek dua,"katanya.

Dikatakannya, dirinya sebelumya tidak kenal dengan pembantu tersebut. Menurutnya dirinya kenal dengan pembantu tersebut dari mertuanya.


"Kalau saya enggak kenal tapi mertua saya yang kenal. Orang Tegal. Sudah kontak keluarga pelaku tapi tidak ada,"katanya ketika ditemui di rumahnya di Perum Kondang Asri Blok A4 No.20 Desa Kondangjaya Kecamatan Karawang Timur.(Bim)

Orang Tua Aelyssa Asshabiya
KARAWANG - Seorang anak bernama  Aelyssa Asshabiya Fabriana, 3,5 tahun diduga diculik oleh seorang asisten rumah tangga yang bekerja di rumah orang tuanya. Orang tua korban, Eka Yuana mengungkapkan, pembantu yang bernama Wasri baru bekerja di rumahnya baru dua minggu itu pergi bersama anaknya ketika dirinya dan suaminya bekerja.

“Dia langsung pergi bawa tas dia dan pakai ojek dua,”katanya

Dikatakannya, dirinya sebelumya tidak kenal dengan pembantu tersebut. Menurutnya dirinya kenal dengan pembantu tersebut dari mertuanya.

”Kalau saya enggak kenal tapi mertua saya yang kenal. Orang Tegal. Sudah kontak keluarga pelaku tapi tidak ada”, katanya ketika ditemui di rumahnya di Perum Kondang Asri Blok A4 No.20 Desa Kondangjaya Kecamatan Karawang Timur.

Supriyadi, salah seorang tukang ojek mengatakan pelaku meminta tukang ojek untuk diantarkan ke suatu tempat bernama Balapulang. Namun dirinya mengantar pelaku ke stasuin setelah mengetahui daerah terebut berada di Tegal.

”Sampai di stasiun saya minta uang ojeknya. Tapi kata dia bilang saya enggak ada duit kata dia minta aja sama anak saya di rumah, terus saya angkat lagi barang ke motor tapi di rampas lagi,”katanya

Supriyadi mengungkapkan dirinya curiga karena anak yang dibawa pelaku menangis. Sehingga dirinya memfoto pelaku dan anak tersebut di stasiun kemudian menghubungi orang tua korban.

”Saya mikirnya ini  anaknya nangis terus,”ujarnya

Menerima laporan tersebut, pihak kepolisian resort Karawang langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Kasat Reskrim Polres Karawang AKP Maradona Armin Mapaseng mengatakan, dugaan penculikan tersebut terjadi pada Selasa (14/8/2017) sekitar pukul 17.00 WIB. Pelaku diantar dua tukang ojek ke stasiun Karawang.

”Kita sedang olah TKP tentang penculikan anak sore kemarin sekitar jam 5 di bawa ke stasiun bersama dua tukang ojek,”ujarnya

Karena  menaruh curiga terhadap pelaku salah seorang tukang ojek tersebut mengambil foto anak dan pelaku. Karena disepanjang jalan anak tersebut berteriak dan menangis.

”Anak ini teriak terus. Tukang ojek ini curiga dan kemudian ambil foto di stasiun. Tukang ojek kemudian menghubungi keluarganya di rumah,”katanya. (Bim)

Ilustrasi
KARAWANG - Sesosok mayat bayi gegerkan warga Kelurahan Tunggakjati Kecamatan Karawang Barat, Senin (14/8). Sosok mayat bayi yang belum diketahui jenis kelaminnya ini ditemukan warga ditumpukan sampah di jalan proklamasi.

Berdasarkan keterangan dari warga setempat, saat di temukan mayat bayi dalam kondisi telanjang, serta tubuh sang bayi juga sudah mulai terlihat. Usia mayat bayi ini diperkirakan baru berusia 6 bulan. Warga juga menduga bayi ini sengaja di buang oleh orang tuanya.

Ironisnya, bayi ini dibuang di pingggir jalan yang disimpan dalam sebuah kardus. “Kondisi bayinya sudah mulai hancur. Sehingga jenis kelaminnya juga belum di ketahui polisi,” tutur Tarsipin, warga Tunggakjati.

Berdasarkan pantauan wartawan di lapangan, petugas kepolisian dari Polres Karawang yang mendatangi lokasi penemuan mayat bayi ini langsung melakukan identifikasi. Pihak kepolisian pun mengaku belum bisa memastikan jenis kelamin serta usia mayat bayi ini.

Namun secara kasat mata, pihak kepolisian memperkirakan jika mayat bayi ini baru dibuang tadi malam. Untuk kepentingan penyelidikan, petugas langsung membawa mayat bayi ke RSUD Karawang untuk dilakukan autopsi. Kini, kasus penemuan bayi tersebut ditangani Polsek Karawang Kota dan Polres Karawang.(Bim)

KARAWANG - Kepolisian Sektor Rengasdengklok, Karawang berhasil meringkus Saman Alias Batak, spesialis pelaku pencurian rumah kosong (rumsong), yang kerap beraksi di wilayah rengasdengklok. polisi masih mengejar satu pelaku lain yang identitasnya sudah di kantongi petugas.

Kapolsek Rengasdengklok, Kompol Agus Suwarsono, Mengatakan, Sejak sebelum Bulan Puasa hingga lebaran kemarin, Hampir setiap hari ada laporan dari warga yang melaporkan adanya kehilangan di rumah mereka.

"Sedikitnya ada 20 laporan dengan kasus yang sama, dan itu sama saja hampir setiap hari ada laporan kehilangan di rumah yang di tinggal oleh pemiliknya," Kata kapolsek Kepada Wartawan, Senin (14/08/17).

Agus Menjelaskan, kejadian tersebut bermula saat pemilik rumah, Sudir, yang berlokasi di Dusun Ciligur, Desa Sindangmukti, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten karawang, sedang pergi ke tempat sanak saudaranya, pada pukul  14:00 WIB. Pelaku yang sudah memastikan rumah itu kosong, langsung merusak pintu belakang dengan menggunakan linggis.

"Setelah Berhasil masuk ke dalam rumah, Pelaku langsung membawa kabur uang tunai 107 Juta yang tersimpan di lemari korban," Tukas Agus.

Di aksi yang terakhirnya, lanjut Kapolsek, para pelaku terekam CCTV dan memudahkan pihak kepolisian untuk meringkus pelaku. Namun sejauh ini pihak kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap pelaku Kardi yang telah enjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) 

Untuk mempertaggung Jawabkan Perbuatanya, Pelaku Di kenakan Pasal 363 KUHP, dengan Ancaman Hukuman penjara selama tujuh tahun.(Bim)

KARAWANG - Satuan Reserse Kriminal Polres karawang Berhasil meringkus Tiga pelaku pencurian kendaraan bermotor yang sering beraksi di wilayah kabupaten karawang. Bahkan, Para pelaku sudah melakukan aksinya sebanyak 18 kali di lokasi yang berbeda beda.

Wakapolres Karawang, Kompol Irwansah mengakatan, Ketiga pelaku tersebut melakukan aksinya di karenakan terdesak kebutuhan ekonomi.

"Motifnya ekonomi, karena tidak mampu atau membutuhkan biaya lalu pelaku mencoba melakukan pencurian kendaraan bermotor, untuk TKP nya berada di wilayah Karawang Timur,” kata Wakapolres Karawang Kompol Irwansah, Rabu (12/04/17).

Wakapolres menambahkan, untuk barang bukti yang telah diamankan berupa 1 unit Sepeda Motor Honda merk Scoopy warna coklat yang digunakan oleh pelaku, dan 1 buah astag atau letter T berikut mata kuncinya.

”Pengungkapan kasus curanmor kali ini ada 2 kasus yang berhasil diungkap oleh Sat Reskrim Polres Karawang, yang pertama yaitu Kasus Curanmor yang dilakukan oleh Sdr. “S” dengan modus operandi menggunakan kunci letter T," Terang Wakapolres Karawang.

Akibat perbuatanya, Para pelaku di kenakan pasal yang 363 dengan hukuman pidana 7 tahun penjara.(Bim)

KARAWANG - Petugas kepolisian polres karawang berhasil meringkus penjual senjata api rakitan jenis revolver. Pelaku Bernisial N-N (39), Warga kampung tambunsari, Rt/Rw 10/04, Desa Karyamakmur, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang.

Menurut Wakapolres Karawang, Kompol Irwansyah, Pelaku mendapatkan Senjata tersebut dari seseorang yang bernama IYS, Warga Kampung melaka, Desa Pisangsambo, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten karawang. Pelaku di tangkap saat akan menjual senjata api rakitan kepada Seorang Warga di kampung Dukuh Karya, Rengasdengklok, Karawang.

"Kami Menagkap Pelaku di karenakan terbukti memiliki senjata api rakitan tanpa izin dan akan menjualnya kepada warga sekitar," Kata Wakapolres Karawang, Rabu (12/04/17).

Di depan petugas, Pelaku mengaku baru pertama kali menjual senjata api rakitan kepada warga. Meski demikian, Petugas kepolisian Masih mendalami kasus kepemilikan senjata api ilegal tersebut.

"Kami akan mendalami, Apakah pelaku ini terlibat jaringan teroris atau bukan," Terang Wakapolres.

Dari tangan pelaku, Petugas kepolisian juga berhasil mengamankan Satu Buah Sejata api rakitan jenis Revolver, Lima Butir Amunisi. Atas perbuatanya, Pelaku di kenakan Pasal 1 Ayat 1 Undang undang Darurat Nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman pidana maksimal 12 tahun penjara. (Bim)

KARAWANG - Petugas Badan Narkotika Nasional Karawang (BNNK), Kembali berhasil meringkus seorang pelaku pengendar narkoba jenis sabu di desa munjul, kecamatan klari, kabupaten karawang.

Kepala BNNK Karawang, AKBP Julian Menjelaskan, Penangkapan terhadap pelaku dengan inisial Z itu, di lakukan pada minggu malam (19/03/17), dan petugas juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti.

"Untuk barang bukti yang di amankan adalah 4,6 gram sabu yang di simpan dalam bungkus rokok," Kata Kepala BNNK.

Lanjut Julian, Narkoba jenis sabu ini nantinya akan di jual oleh pelaku kepada para pelajar dan masyarakat lainya yang beradda di sekitar wilayah karawang kota.

"Terget dari pelaku adalah pelajar, dan pelaku menjualna dengan harga paket hemat sekitar 400 sampai 600 ribu perbungkusnya,"Jelas Julian.

Di katakanya, Pelaku mendapatkan barang haram tersebut dari jakarta kemudian melakukan transaksi di wilayah cikarang bekasi. Atas perbuatanya, pelaku di kenakan hukuman maksimal 15 tahun penjara. (Bim)

KARAWANG - Badan Narkotika Nasional Kabupaten Karawang, berhasil membekuk tiga orang yang di duga sebagai pengedar narkoba jenis sabu, kamis (10/11/16). Penangkapan itu merupakan hasil dari laporan masyarakat sekitar.


Kepala Badan Narkotika Nasional karawang, Akbp M. Julian memaparkan, ketiga tersangka itu adalah I, D, dan H. Ketiga pelaku tersebut di ketahui warga desa wadas, kecamatan lemah abang, kabupaten karawang.


"Ketiga pelaku kami tangkap di wilayah karawang kota saat akan melakukan aksinya," kata kepala BNNK, M. Julian kepada wartawan.


M. Julian juga menambahkan, ketiga pelaku mendapatkan barang haram tersebut dari jakarta.

"Mereka mengambil sedikitnya 50-100 gram sabu di jakarta dan di edarkan di karawang,"Papar Julian.

Dari tangan ketiga pelaku, petugas berhasil mengamankan barang bukti, di antaranya 15 gram narkoba jenis sabu, tiga buah handphone, dan alat timbang sabu. Untuk mempertanggung jawabkan atas perbuatanya, ketiga pelaku kini terancam hukuman penjara maksimal 5 tahun.(Bim)

Ilustrasi
CIREBON - Seorang suporter Bola tewas di Tol Cipali kilometer 188, Kabupaten Cirebon, Minggu (6/11/2016) sore. Suporter yang diduga The Jak Mania itu tewas setelah terlibat tawuran dengan warga di sekitar ruas tol pada pukul 16.40 WIB.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus, mengatakan, tawuran tersebut dipicu ulah suporter yang diduga melempar rumah warga di sekitar tol.

Akibatnya warga menyerang rombongan The Jack Mania yang pulang dari Stadion Manahan Solo itu.

"Awalya ada enam bus The Jakmania melewati km 188 dan melewati gerbang tol Palimanan. Namun tiga bus berjarak dua kilometer tiba-tiba berhenti 100 meter dari jembatan Luk Benda," kata Yusri kepada wartawan melalui pesan singkat, Minggu (6/11/2016).

Dikatakan Yusri, tiba-tiba rombongan  turun dari bus dan melempari rumah warga Luk Benda dan Tegal Karang.Warga pun membalas melempari rombongan yang berangkat dengan pengawalan tiga personil Polsek Gempol itu.

"Seorang suporter terkena lemparan pada kepalanya sehingga tertinggal di lokasi kejadian. Masyarakat mengeroyok korban yang tinggal tersebut," kata Yusri.

Korban, kata Yusri, berhasil dievakuasi setelah personil Polres Cirebon datang ke lokasi kejadian.

Namun nahas seorang suporter yang belum diektahui identitasnya itu tewas dalam perjalanan ke rumah sakit.

"Ada seorang suporter lagi yang terluka berat. Yang bersangkutan nyaris sempat diselematkan oleh mobil patwal lantas," kata Yusri.

Yusri juga menyebut ada seorang warga sekitar yang terluka pada bagian kepala akibat terkena lemparan.

Hingga berita ini ditulis belum ada keterangan lebih rinci dari aparat kepolisian.(tri)

Suasana Pasca Penodongan Karyawan
KARAWANG - Aksi percobaan pencurian dengan kekerasan kembali terjadi di wilayah karawang, Kamis (03/11/16), kali ini, Seorang karyawan sebuah minimarket yang berada dijalan veteran, kampung sukamurni, kecamatan karawang timur, kelurahan karawang wetan, kabupaten karawang, menjadi korban oleh dua orang pelaku.

Pemusnahan Barang Bukti
Bekasi -Sebanyak 264,5 Kg Ganja dimusnahkan oleh polres metro bekasi pagi tadi (26/10/16). Pemusnahan yang dilakukan di taman sehati komplek stadion wibawa mukti jl. Jababeka cikarang timur, kab. Bekasi, jawa barat, juga dihadiri oleh unsur muspida kab. Bekasi.

Barang bukti milik tersangka Dayat Tuloh (29) ini, diamankan di kontrakan tersangka di kp. Bugel salam poncol, rt03/06 ds. Hegarmukti, kec. Cikarang Pusat kab. Bekasi, Jawa Barat.

“Berawal dari informasi masyarakat, Kemudian Tim Langsung menindak lanjuti dengan melakukan penyelidikan aduan masyarakat tersebut”, Kata kapolres Metro Bekasi, Kombespol M Awal Chairuddin.

Setelah melakukan penyelidikan, tersangka langsung ditangkap tangan pada hari rabu 24/08/16. Dari hasil penangkapan tersebut Polisi berhasil menyita barang bukti berupa narkotika jenis ganja dengan berat -+1 Kg.

Barang Bukti Ganja
“Tidak Berhenti di situ, Tim Kemudian melakukan pengembangan lebih lanjut ke kontrakan tersangka. Ditemukan ganja seberat 263,5 Kg yang diperoleh dari Saudara Parman,” terangnya kepada wartawan.

Dari tangan tersangka, Polisi juga Mengamankan 1 unit kendaraan merk Hino warna hijau dengan nopol BM 8254 DE yang biasa digunakan untuk mengantar paket haram tersebut ke daerah Sumatra dan sekitarnya.


“Pelaku ini Biasanya mengantarkan paket ke daerah Sumatra, Polisi berhasil Mengamankan  1 unit mobil mewah merk bmw warna silver dengan nopol B 1133 SM, yg dibawa pelaku saat di bekuk petugas” Tutup Kapolres.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, kini pelaku harus mendekam didalam penjara mapolres metro bekasi. Pelaku di jerat dengan pasal 114 ayat (2) sub pasal 111 ayat (2) junto pasal 132 ayat (2) undang-undang RI no. 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman pidana penjara minimal 6 tahun maksimal seumur hidup atau hukuman mati. (Bul)




Master Kunci yang Digunakan Pencuri untuk Menggondol Kendaraan 
JAKARTA - Para pelaku pencurian kendaraan bermotor semakin canggih dalam melakukan aksi kejahatanya. Kendati pemilik kendaraan sudah memiliki kunci ganda, mereka punya alat baru untuk melancarkan aksinya.

Kanit IV Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Handik Zusen mengatakan, pada kalangan pelaku curanmor, alat tersebut dinamakan master kunci.

"Dengan alat ini, pelaku curanmor tidak lagi membobol kunci ganda motor dengan tenaga. Cukup diputar seperti kunci biasa, maka pelaku tinggal memasukkan kunci T dan membawa kabur motor," kata Handik di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (23/10/2016).

Menurut Handik, dengan alat tersebut, pelaku bisa membawa lari motor dalam waktu sepuluh detik. Tiga detik pertama, pelaku membuka kunci ganda dengan master kunci tersebut. Tujuh detik selanjutnya, pelaku memutar paksa pengaman motor dengan kunci T.

Alat tersebut terungkap setelah Subdri Resmob Polda Metro Jaya menangkap tujuh pelaku begal dan curanmor asal Karawang dan Lampung.‎ Ketujuh tersangka kerap melakukan operasinya di Bekasi dan sekitarnya.

Pelakunya bernama Agus Hidayat (25), Abdul Karim (26), Abdul Somad (36), Aep Nawasi (19), Saepudin (33), Suherman (33), dan Icang (36). Ketujuhnya ditangkap di lokasi berbeda-beda, antara Karawang dan Bekasi pada pekan lalu.


"Sindikat ini bahkan melengkapi dirinya dengan senjata api rakitan. Mereka tak tanggung-tanggung melukai korbannya ketika melawan," ujar Handik. (ok)

Ilustrasi
KARAWANG – Seorang begal tewas diamuk massa di kawasan Galuh Mas, Karawang, Jumat (21/10/2016) sore. Massa yang sudah sangat berang sempat menyeret pelaku ke kubangan air dan menginjak-nginjaknya, hingga si begal tak berdaya.

Informasi yang dihimpun, peristiwa terjadi sekitar jam 17.00 WIB, tepatnya di Kampung Babakan Isam Desa Puseurjaya Kecamatan Telukjambe Timur.

Ilustrasi
KARAWANG – Pasca peristiwa Aksi empat pelaku perampokan di Unit Bank BRI, di Di Desa Kiara,Kecamatan Cilamaya Kulon, kabupaten Karawang, pelayanan Di bank BRI tersebut sempat di tutup sementara.

Petugas kepolisian dari polsek cilamaya, yang mendapatkan laporan, langsung mendatangi lokasi kejadian, dan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“setelah mendapatkan laporan dari warga, dan memastikan dengan adanya aksi pelaku perampokan di siang bolong, polisi langusng datang ke lokasi dan melakukan olah TKP” kata kompol. Dadang gunawan. Saat di temui di lokasi kejadian. Rabu (20/10/16).

Tidak hanya melakukan Olah TKP, Polisi juga melakuakan identifikasi, dengan menginterogasi kepada karyawan yang pada saat itu melihat kejadian tersebut.

“Menurut keterangan korban, para pelaku yang berjumlah empar orang ini, berhasil membawa kabur uang 300 juta,” Terangnya.


Polisi Juga Mengamankan Sejumlah Barang Bukti Di Lokasi Kejadian, Seperti Kabel Cctv Yang Diputus oleh Pelaku , Botol Sisa Bensin, Kunci-Kunci Yang Dirusak. Kini Polisi Masih Melakukan Pengejaran Keempat Pelaku Yang Diduga Melarikan Kearah Kota. (Bim)
Diberdayakan oleh Blogger.