Halloween party ideas 2015
Tampilkan postingan dengan label NUSANTARA. Tampilkan semua postingan

KARAWANG - DPD Partai Golkar Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menilai sosok Dedi Mulyadi sudah banyak dikenal masyarakat sehingga sudah layak untuk maju pada Pilkada atau pemilihan gubernur Jabar 2018. 

"Kami pengurus Golkar Karawang sudah memutuskan untuk mendukung kang Dedi maju pada Pilgub, sebagai calon gubernur," kata Ketua DPD Golkar Karawang Sri Rahayu Agustina, saat dihubungi di Karawang, Sabtu. 

Ia mengakui meski sudah banyak dukungan dari seluruh pengurus Golkar kabupaten/kota se-Jawa Barat, tapi Ketua DPD Golkar Jabar Dedi Mulyadi belum menyatakan sikapnya terkait Pilgub Jabar nanti. 

Menurut dia, Dedi Mulyadi sudah layak maju dan didukung pada Pilgub Jabar. Sebab sosoknya sudah banyak dikenal masyarakat, bahkan Dedi Mulyadi terkenal sosok yang dekat dengan masyarakat. 

"Sosok kang Dedi itu sudah dikenal dan mudah untuk `menjual-nya` pada Pilgub Jabar nanti," kata dia. 

Ia mengatakan, jika Dedi Mulyadi sudah menyatakan maju pada Pilgub Jabar pihaknya akan segera bergerak ke masyarakat, membuat jaringan-jaringan pemenangan Dedi Mulyadi pada PIlgub Jabar. 

Sementara itu, informasi yang berhasil dihimpun di internal Partai Golkar Jabar, Dedi Mulyadi sebenarnya telah mendapat dukungan dari pengurus Golkar seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat. 

Dukungan Dedi Mulyadi untuk maju pada Pilgub Jabar juga dikabarkan telah diberikan Partai Hanura dan PKB Jabar. 

Sesuai informasi yang beredar, Partai Golkar Jabar baru akan memutuskan siapa yang akan dicalonkan sebagai gubenur melalui Rapat Pimpinan Daerah Golkar Jabar yang akan digelar di Karawang pada 26-27 April 2017.(Ant)

BANDUNG - Persib Bandung berhasil petik kemenangan besar atas Persika Karawang 7-0, Rabu (5/4/2017) sore dalam laga uji coba tertutup di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Dado catatkan brace, sementara Raphael Maitimo, Michael Essien dan Carlton Cole buka keran gol untuk debut uji coba mereka.

BABAK I

Babak awal dimulai Persib turun dengan materi simulasi regulasi liga–memainkan tiga pemain muda. Kuasai jalannya laga, Persib baru dapat kesempatan di menit ke-10, sayang Matsunaga terperangkap offside. Lima menit berselang heading Vlado dari corner Dado tipis di sisi kiri kiper Persika.

Menit 19, barulah Persika lakukan ancaman shoot on target, beruntung Natshir memeluknya dengan dekapan. Menit 24 Persib pecah kebuntuan, kerja sama sayap kiri Atep dan Matsunaga diselesaikan Dedi dengan sontekan gol mudah di muka gawang, 1-0 Persib unggul.

Tertinggal, ancaman langsung diberikan tim asal Karawang, solo run winger pemain Persika buah shoot on target yang bisa ditepis Natshir. Menit 32 pemain muda Agung Mulyadi digantikan Puja Abdillah. Menit 36 Atep berhasil kelabui dua pemain sayap, sayang tendangannya di block.

Menit 40 Dado berhasil cetak gol kedua di pertandingan hari ini memanfaatkan blunder kesalahan lini bertahan Persika. Skor 2-0 bertahan hingga pertandingan usai.

BABAK II

Paruh kedua Jajang Nurjaman memasukkan Essien, Carlton Cole, Maitimo dan Tony Sucipto. Baru babak kedua dimulai Atep langsung hujam gawang Persika dengan gol volley-nya memanfaatkan crossing Supardi di sayap kanan, 3-0 sementara Maung Bandung unggul.

Menit 56 Persib lagi perlebar jarak 4-0, corner Atep menghujam langsung ke gawang karawang yang sempat terkena back heading Matsunaga. Menit 63 Shohei ditarik keluar dan dimasukkan Tantan. Masuk menit 70 Cole hampir cetak gol memanfaatkan umpan heading Tantan, sayang heading sambil menjatuhkan diri eks. West Ham itu tipis dipinggir gawang.

Untuk kedua kalinya Carlton Cole gagal maksimalkan peluang emas menit 75. Lepas dari jebakan offside ia berhadapan satu lawan satu dengan kiper, berniat mengelabui nyatanya ia gagal lewati penjaga gawang dengan sempurna.

Menit 78 malah Essien yang mampu catatkan gol di papan skor, Atep lepas dari kawalan offside, one on one dengan kiper, ia tak egois dan beri operan mudah kepada Essien, 5-0 skor berubah.

Menit 84 Cole lagi dapat kesempatan usai menerima operan Tantan, satu lawan satu dengan kiper kembali ia masih belum mampu cetak angka karena usahanya membentur tiang. Malah Maitimo mampu laksanakan tugas sebagai ekskutor free kick di depan gawang yang bisa jebol Karawang keenam kali.

Pasca segala usaha dilakukan Cole, barulah menit 86 ia bisa cetak angka, crossing Tantan di kanan mampu dia kontrol dan melakukan tendangan terukur dengan tenang, 7-0 skor berubah dan bertahan hingga pertandingan usai.

Korban di Rumah Sakit
PURWAKARTA - Peresmian Tahap III Taman Air Mancur Sri Baduga yang dilaksanakan malam tadi, Sabtu (18/2) menyisakan duka bagi Yeyet (50) warga Gang Beringin RT 80/88 Kelurahan Nagri Kaler Purwakarta.

Adiknya, Hj Indra Kusumawati (42) harus meregang nyawa karena serangan jantung yang dia derita. Ia diketahui meninggal dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Umum Daerah Bayu Asih Purwakarta.

Berdasarkan penuturan Yeyet, adiknya diketahui datang menyaksikan peresmian air mancur terbesar di Asia Tenggara tersebut bersama kawan lamanya dalam rangka reuni SMA.

Malang nasibnya, ia terpisah dari rombongan saat berebut keluar melalui Pintu Timur, padahal pihak panitia sudah menyediakan pintu keluar di sebelah barat taman tersebut.

"Datang ke acara itu bersama kawan lamanya, katanya mau reuni SMA, mungkin karena lelah ya, tadi langsung dilarikan ke Rumah Sakit oleh Tim Kesehatan, tapi nyawanya tidak tertolong," kata Yeyet saat ditemui di Rumah Sakit Bayu Asih, di Jalan Veteran Purwakarta.

Yeyet mengaku terkejut dan sedih karena mendapati adiknya harus pulang dalam keadaan tidak bernyawa. Padahal, imbuhnya, hari Minggu (19/2) ia berencana pindah rumah dan memintanya untuk membantu memindahkan barang-barang.

"Kaget, sebelum berangkat itu dia bilang mau pindah rumah, minta dibantu katanya," kenang Yeyet dengan raut wajah sedih.

Hasil visum pada tubuh jenazah yang dilakukan oleh pihak Rumah Sakit Bayu Asih menunjukan bahwa Almarhumah meninggal akibat serangan jantung.

Hal ini dibuktikan dari kondisi wajah korban yang terlihat membiru.

"Tidak ada bekas luka apapun termasuk akibat terinjak di tubuh korban, dari kondisi tubuhnya, kesimpulan kami almarhumah meninggal karena serangan jantung, wajahnya kebiruan," kata Wakil Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Bayu Asih, dr Denny Darmawan.

Denny juga menyebut, jika dibedah lebih lanjut pihaknya dapat menemukan penyakit yang diderita oleh korban. Namun sayang, upaya tersebut tidak bisa dilakukan karena penolakan dari pihak keluarga.

"Kalau kami autopsi bisa lengkap ketahuan, tapi pihak keluarga menolak karena mereka mengaku sudah ikhlas, ingin segera dibawa pulang katanya," kata Denny menambahkan.

Permintaan maaf atas kejadian ini datang dari Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Usai acara peresmian, pria yang akrab disapa Kang Dedi itu langsung menuju Rumah Sakit untuk melihat keadaan jenazah.

"Saya meminta maaf atas kejadian ini, semoga pihak keluarga tabah," singkat Dedi.

Dedi pun terlihat menyerahkan uang santunan sebesar Rp20 Juta untuk digunakan oleh keluarga korban sebagai biaya pemulasaraan jenazah dan tahlil hingga 40 hari ke depan.(Hms/Man)

PURWAKARTA - Peresmian Tahap III Taman Air Mancur Sri Baduga telah selesai digelar malam tadi Sabtu (18/2). Taman yang bagian timurnya terletak di Jalan KK Singawinata ini tampil dengan software baru yang menyajikan 'Aqua Screen' dan terowongan air pada gerbang baratnya.

Sesuai jadwal, tepat pukul 19.30 WIB, Menteri Pariwisata Arief Yahya ditemani Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi tiba dipanggung kehormatan untuk melaksanakan peresmian.

Dalam pidato selamat datangnya untuk jajaran Kementerian Pariwisata yang mewakili Presiden Joko Widodo, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengatakan bahwa warna warni yang tersaji dalam Air Mancur Taman Sri Baduga ini merupakan lambang kebhinnekaan.

Konsep kebhinnekaan menurutnya harus teraplikasi dalam kehidupan sebagai bentuk pemeliharaan terhadap ragam kultur dan tradisi yang hari ini mampu diadopsi sebagai salah satu potensi pariwisata.

"Kita tidak akan mampu melaksanakan konsep pembangunan secara ideal tanpa berpijak pada kultur dan tradisi dalam berkebudayaan, bangsa Indonesia terkenal karena kulturnya, karena kebhinnekaannya, ini bisa menjadi daya tarik pariwisata," katanya menjelaskan.

Gradasi warna Air Mancur Taman Sri Baduga, imbuh Dedi, merupakan hasil perenungan terhadap nilai kebhinnekaan yang eksis di kabupaten yang ia pimpin.

"Kalau tamannya sekedar taman bunga, itu biasa, kalau sekedar air mancur juga biasa, tetapi jika keduanya dikombinasi maka akan lahir keindahan, ternyata perbedaan itu, kebhinnekaan itu kini lahir di Purwakarta," imbuhnya.

Pernyataan pria yang selalu mengenakan pakaian khas Sunda itu diamini oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, dalam sekapur sirih pengantar peresmian, Arief menyebut tradisi dan kebudayaan selain harus dilestarikan dalam perilaku kehidupan, juga memiliki nilai komersial kepariwisataan.

Menurut pria yang saat berbicara tak pernah lepas dari dialek bahasa Inggris tersebut, kedua hal itu harus berjalan beriringan, sebab budaya juga harus melahirkan sistem ekonomi untuk menghidupi masyarakatnya.

"Pariwisata hanya mampu hidup, saat di sebuah wilayah ada tradisi dan kebudayaan yang dipelihara, disana roda perekonomian mampu berputar, Purwakarta telah berhasil menghadirkan objek wisata yang melahirkan kesejahteraan untuk masyarakatnya," katanya menegaskan.

Dalam peresmian itu sendiri, hadir tak kurang dari 50 ribu masyarakat dalam dan luar Purwakarta. Sejak pukul 18.00 WIB mereka terpantau memadati gerbang pintu masuk di sebelah timur lokasi peresmian dan gerbang keluar di bagian barat Taman Air Mancur Sri Baduga.

Pengunjung juga terpantau menyemut di sepanjang jogging track di sekeliling taman air mancur yang pertama kali diresmikan pada akhir Tahun 2014 tersebut.

Adapun ribuan pengunjung yang tidak mampu sampai ke lokasi peresmian, terlihat menikmati wisata kuliner di area Tjeplak, Jalan KK Singawinata Purwakarta.(Hms/Man)

PURWAKARTA - Setelah sukses mengungkap praktik pungli di Unit Uji KIR pada Dinas Perhubungan Kabupaten Purwakarta, kini Tim Saber Pungli setempat tengah menginventarisir masalah pungli yang terkait dengan mekanisme penerimaan tenaga kerja di Purwakarta.

Langkah ini diambil terkait dengan banyaknya laporan masyarakat tentang calo tenaga kerja di Purwakarta, terutama di daerah yang diperuntukan sebagai kawasan industri.

Anggota Tim Saber Pungli Purwakarta yang juga menjabat sebagai Inspektur Bidang Pencegahan pada Inspektorat Daerah Purwakarta, Taufik Rahman menyebut pihaknya sudah melakukan audit terhadap lembaga yang digunakan oleh oknumnya sebagai calo tenaga kerja.

"Berkasnya sudah siap. Kami akan menyerahkannya kepada pihak kepolisian dan kejaksaan," katanya saat ditemui hari ini di kompleks Kantor Bupati Purwakarta, Jalan Gandanegara No 25.

Besaran uang pungli yang dipungut dari para calon tenaga kerja, imbuh Taufik, relatif bervariasi mulai dari Rp2 Juta, Rp4 Juta, Rp8 Juta, bahkan diantaranya sampai Rp10 Juta, tergantung dari jenis perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja baru.

"Jumlahnya berbeda tergantung dari jenis perusahaan, kami mengetahui perbedaan itu dari bukti kwitansi yang berhasil kami kumpulkan, kasus ini terus kami dalami, termasuk beberapa kasus pemalsuan KTP," katanya menambahkan.

Langkah maju dari Tim Saber Pungli pun mendapat dukungan penuh dari Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, ditemui ditempat yang sama, pria yang kerap disapa Kang Dedi ini mengatakan mata rantai pungli di wilayahnya harus segera diputus.

"Selain aparat hukum, internal perusahaan juga tidak boleh bermain dengan oknum masyarakat yang sering melakukan tindakan pungli, ini mata rantainya harus segera diputus," jelasnya.

Solusi untuk memutus mata rantai pungli tersebut telah disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi menurut Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi segera memiliki website khusus penerimaan tenaga kerja.

Seluruh perusahaan di Purwakarta yang tengah membuka lowongan bagi calon tenaga kerja harus melalui website tersebut untuk dipublikasikan melalui akun official milik Pemerintah Kabupaten Purwakarta.

"Jadi calon tenaga kerja itu, melamar pekerjaan melalui website dan langsung dites oleh HRD perusahaan yang ia tuju, kalau diterima, maka persyaratan administratif yang lain bisa menyusul," pungkasnya.

Di Kabupaten Purwakarta sendiri terdapat 396 perusahaan baik yang bersifat nasional maupun multinasional dan terdapat sekitar 30 ribu karyawan yang tersebar di berbagai kawasan industri di wilayah ini.(Hms/Man)

PURWAKARTA - Pembangunan infrastruktur jalan memang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta sebagai program prioritas. Hal ini dibuktikan dengan persentase pembangunan jalan yang selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Indikator infrastruktur jalan mantap selalu dijadikan target oleh Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kabupaten Purwakarta.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, terdapat trend kenaikan signifikan pembangunan jalan mantap semenjak kepemimpinan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dimulai pada Tahun 2008.

Di Tahun pertama pria yang kerap disapa Kang Dedi ini dinobatkan sebagai Bupati pertama yang dipilih langsung oleh rakyat, Purwakarta memiliki persentase ruas jalan mantap sebesar 62,2% atau sepanjang 447 KM dari total panjang 720,5 KM.

Jumlah ini meningkat pesat pada tahun-tahun selanjutnya yakni 68,7% pada Tahun 2009, 71,2% pada Tahun 2010, 71,4% pada Tahun 2011 dan 74,6% pada Tahun 2012.

Memasuki periode kedua masa jabatannya, budayawan Sunda dengan tagline pembangunan "Mageuhkeun Jalan ka Cai, Nyaangan Poèkna Peuting" atau dalam bahasa Indonesia "Penguatan Jalan menuju Air dan Menerangi Gelapnya Malam" (Program membangun jalan dan Listrik Gratis) ini semakin gandrung membelanjakan APBD Purwakarta yang terbilang kecil ini untuk pembangunan infrastruktur.

Terhitung sejak Tahun 2013, jalan mantap di Purwakarta meningkat menjadi 76,5%, Tahun 2014 menjadi 78,7%, Tahun 2015 menjadi 80,5%, Tahun 2016 menjadi 85,2% dan proyeksi Tahun 2017 menjadi 86%.

"Sisanya jalan yang masih berkerikil sedang kami kerjakan," kata Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Purwakarta, Pramuji Nugroho, saat ditemui hari ini Jum'at (10/2) di ruang kerjanya di Jalan Purnawarman Barat Purwakarta.

Hingga berita ini ditulis, fokus Dinas yang menjadi leading sector pembangunan jalan tersebut masih berupaya menyelesaikan Jalan Lingkar Barat Sukasari - Maniis, perbatasan Purwakarta - Cianjur dan Jalan Lingkar Timur Bungursari - Wanayasa.

Selain itu, Jalan Kemuning - Jalan KK Singawinata, Tjeplak pun diharapkan selesai tahun ini dan menjadi jalur alternatif saat terjadi kemacetan di Jalan Sudirman dan Jalan Veteran, dalam Kota.

"Kalau ini selesai, maka total lebih dari 90% jalan di Purwakarta, semuanya mantap," tandasnya.

Dengan tambahan ruas Jalan Sukasari - Maniis, Bungursari - Wanayasa dan Jalan Kemuning - Jalan KK Singawinata ini, maka total ruas jalan di Purwakarta bertambah dari hanya 720,5 KM menjadi lebih dari 740 KM.(Hms/Bim)

BEKASI - Mobil rombongan mobil Walikota Bekasi Rahmat Effendi, tabrakan di ruas jalan tol Jakarta-Cikampek KM 40, Kamis (9/2/2017).

“Alhamdulillah tidak ada yang luka serius, meski kendaraan ringsek,” ujar Derry, staf Protokol Walikota Bekasi, sambil mengatakan rombongan akan menghadiri kegiatan BPKP Jabar.

Walikota Bekasi berangkat bersama tiga mobil rombongan. Satu mobil Mitsubishi Fajero B. 1065 RFY yang ditumpangi Asda 1 Cucu Syamsudin mengalami ringsek parah dibagian depan.

“Penyebabnya kurang jaga jarak aman. Dan diselesaikan secara kekeluargaan,” kata Derry.

Sementara itu, mobil Patwal jenis Nissan Xtrail Nopol B. 1431 KQN belum diketahui pasti kondisi kendaraannya. “Kejadiannya Jam 06.50 WIB. 33 M di KM 40+800/A. Terlibat kecelakaan 3 mobil,” lanjut Derry.

Kecelakaan melibatkan tiga mobil. Mobil Asda 1 Cucu Syamsuddin ditabrak oleh Sedan Corolla B. 2323 YI. Sedangkan mobil Innova yang ditumpangi Walikota ditabrak oleh mobil Asda 1 dan menabrak pembatas jalan tol.

“Alhamdulillah bapak selamat. Berkat doa semua orang,” kata Walikota Bekasi melalui pesan singkat.

PURWAKARTA - Sebanyak 16 Desa di Purwakarta dicanangkan oleh pemerintah kabupaten setempat sebagai destinasi unggulan di kabupaten yang terkenal dengan Taman Air Mancur Sri Baduga ini.

Keenam belas desa yang meliputi beberapa kecamatan ini yaitu Desa Pesanggrahan dan Desa Sukamulya di Kecamatan Tegalwaru. Desa Sindang Panon, Desa Cihanjawar, Desa Pesanggrahan dan Desa Cipeundeuy di Kecamatan Bojong. Desa Pusakamulya dan Desa Cibeber di Kecamatan Kiarapedes.

Desa Cikumpay dan Desa Cisaat di Kecamatan Campaka. Desa Cibungur dan Desa Bungursari di Kecamatan Bungursari. Desa Wanayasa, Desa Raharja, Desa Sumurugul dan Desa Babakan di Kecamatan Wanayasa.

Potensi pariwisata dari setiap desa tersebut akan diinventarisir dan ditunjang infrastruktur kepariwisataannya mengingat potensi pariwisata tersebut bersifat heterogen.

Hal ini bertujuan untuk memberikan banyak pilihan kepada wisatawan untuk berkunjung ke daerah tersebut.

"Potensi pariwisata di setiap desa itu berbeda, ada basis kuliner, wisata alam, panjat tebing dan wisata air. Makanya, kita inventarisir," kata Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi hari ini Rabu (8/2) di kompleks Setda Purwakarta, Jalan Gandanegara No 25.


Selain itu, pria yang kerap disapa Kang Dedi tersebut mengaku segera melakukan penambahan infrastruktur penunjang berupa kemudahan akses jalan dan fasilitas di masing-masing destinasi wisata.

"Lokasi wisata Gunung Parang misalnya, kita tambahkan toilet khusus wisatawan, jadi tidak toilet umum lagi, fasilitas lain berupa akses jalan dan rumah makan pun segera kita bereskan," katanya menambahkan.

Beberapa akses jalan menuju lokasi wisata seperti Bukit Panenjoan, Pasir Langlang, dan Gunung Parang memang dikeluhkan wisatawan lokal maupun mancanegara karena masih sulit dilalui.

Akses jalan menuju Bukit Panenjoan, Sindang Panon, Bojong, diketahui milik PT Karti Wana Raya, sebuah perkebunan milik swasta. Sementara akses jalan menuju Pasir Langlang, Pusaka Mulya, Kiarapedes, diketahui milik PT Perhutani dan akses jalan menuju Gunung Parang Tegalwaru merupakan rute bagi truk-truk bertonase tinggi pembawa hasil tambang yang menjadi biang kerusakan jalan di wilayah tersebut.

Pencanangan Desa Wisata ini disambut baik diantaranya oleh Kepala Desa Cibeber Kiarapedes, Anwar Sadat.

Alumni Himpunan Mahasiswa Islam ini menyebut langkah Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dapat melahirkan efek domino berupa peningkatan taraf kehidupan ekonomi masyarakat.

"Kami sebagai kepala desa menyambut baik, ini program positif, sebagai ujung tombak program ini kami segera melakukan tindak lanjut," kata Anwar di tempat yang sama.

Tahapan persiapan segera dilakukan oleh dirinya sebagai kepala desa dengan melalukan pembersihan terhadap DAM Citeke untuk dijadikan wisata kuliner terapung.(Hms/Man)

PURWAKARTA - Pasir Langlang, suasana tempat di selatan Purwakarta ini sesuai dengan nama yang disematkan oleh warga sekitar. Pasir (bahasa Sunda) dalam bahasa Indonesia berarti bukit, sedangkan Langlang merupakan istilah yang biasa digunakan untuk merujuk pada suasana pengembaraan.

Kawasan wana wisata yang terletak di perbukitan Desa Pusaka Mulya Kecamatan Kiarapedes ini menyajikan deretan pohon pinus lengkap dengan udara yang menyegarkan karena masih terbebas dari polusi kendaraan maupun polusi industri.

Untuk mencapai destinasi wisata yang terbilang asri ini, wisatawan dapat memulai perjalanan dari Jalan Kapten Halim Purwakarta  menuju arah Wanayasa, melewati pasar setempat hingga sampai ke Gapura Desa Pusaka Mulya, Kiarapedes. Setelah berjalan lurus dari gapura tersebut, wisatawan akan menemukan petunjuk jalan menuju kawasan Wana Wisata Pasir Langlang Panyawangan Purwakarta.

Sampai di lokasi, wisatawan akan dibuat seolah ‘nyawang’ (bahasa Sunda) atau dalam bahasa Indonesia berarti mengenang. Ya, suasana hening di wilayah tersebut mengingatkan wisatawan pada nuansa kolosal pengembaraan para pendekar pada masa kerajaan Sunda masa lalu.

Uang sebesar Rp5 ribu harus disiapkan untuk membeli tiket masuk, sementara jika wisatawan berminat untuk menikmati camping ground disana, mereka harus membayar tiket dua kali lipat atau sebesar Rp10 ribu plus Rp330 ribu untuk biaya sewa guide, tenda, sleeping bag, matras, dan satu set alat masak.

Sementara, uang sebesar Rp15 ribu harus disiapkan oleh wisatawan jika ingin menikmati hammock atau ayunan yang dibentangkan diantara dua batang pohon pinus.

Berdasarkan pantauan, para wisatawan lebih banyak terlihat berswafoto dengan latar belakang papan nama “Pasir Langlang Panyawangan Purwakarta” yang berlogo Gunung Burangrang, gunung yang dikenal menyimpan kekuatan mistis dari ‘karuhun’ (orang terdahulu) oleh masyarakat setempat.

Beberapa diantaranya terlihat berfoto dengan latar belakang hutan pinus sambil duduk di kursi kayu yang disediakan oleh Saung Gede, pengelola kawasan setempat.

Julia (17) misalnya, saat ditemui hari ini Sabtu (4/2) usai berfoto dengan teman-temannya mengatakan sudah dua kali dirinya datang menikmati hutan pinus di wilayah ini. Ia mengaku merasakan ketenangan saat berada diantara pohon-pohon pinus di tempat tersebut.

“Enak aja suasananya, tenang, nyaman, udaranya sejuk. Kapan-kapan nanti mau coba camping, belum sempat karena belum libur sekolah,” ujar pelajar Kelas XII di salah satu sekolah negeri di Purwakarta itu.

Sementara itu, Saung Gede yang dipercaya pihak Perhutani untuk menjadi pengelola hutan pinus tersebut menyebutkan bahwa rata-rata wisatawan berasal dari segmen remaja dan pecinta alam.

“Kalau sehari-hari saya lihat kebanyakan remaja dan pecinta alam ya. Sering juga ada yang pre-wedding disini,” ujar perwakilan Saung Gede, Nandang Mulya Nugraha

Di lihat dari atas, kawasan ini terlihat seperti toping hijau yang menutupi permukaan tanah. Hal ini karena masyarakat setempat dilarang menebang pohon yang tumbuh di kawasan tersebut, mereka hanya dibolehkan memungut ranting kayu yang jatuh untuk digunakan sebagai bahan bakar memasak sehari-hari.(Hms/Man)

PURWAKARTA - Pasca Operasi Tangkap Tangan yang berhasil menciduk dua oknum Aparatur Sipil Negara atau ASN pada lingkungan Dinas Perhubungan Kabupaten Purwakarta, hari ini Rabu (1/2) Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi melakukan sidak ke unit pelayanan uji KIR di dinas tersebut di Jalan Veteran Purwakarta

Dalam sidaknya, pria yang kerap disapa Kang Dedi tersebut memberhetikan beberapa kendaraan dan mengarahkannya untuk masuk ke unit uji KIR agar dilakukan pengecekan kelayakan kendaraan tersebut untuk digunakan.

Berdasarkan pantauan, beberapa kendaraan mini bus, angkutan kota dan bak terbuka terlihat mengikuti arahan Bupati yang tengah menjabat untuk periode yang kedua itu. Setelah memasuki area uji KIR, kendaraan tersebut langsung disambut oleh petugas uji KIR yang baru karena petugas lama telah dibebastugaskan oleh Dinas Perhubungan.

“Saya minta ini di cek,” tegas Dedi di lokasi uji KIR.

Dedi meminta, apabila didapati kendaraan yang tidak layak jalan untuk segera dikandangkan dan diremajakan oleh pemilik kendaraan tersebut. Ia pun mengimbau agar pemilik kendaraan mau menerima konsekuensi ketidaklulusan uji KIR yang dilakukan oleh Dinas terkait.

“Silakan lakukan KIR, kalau tidak lulus ya harus konsekuen, kendaraan tersebut tidak boleh jalan, pemiliknya harus segera melakukan peremajaan,” katanya menambahkan.

Selain mengharapkan komitmen dari para pemilik kendaraan, Dedi pun meminta komitmen penuh dari seluruh lembaga yang terkait dengan angkutan. Menurut dia, ini penting dalam rangka penciptaan keamanan dan kenyamanan bagi para pengguna angkutan, terutama angkutan umum dan angkutan barang.

“Bukan hanya pemilik kendaraan ya, seluruh stakeholder juga harus konsisten mengikuti aturan dalam uji KIR ini, biar pengguna angkutan ataupun pengguna jalan merasa aman di jalanan,” tandasnya.

Berdasarkan data pada Dinas Perhubungan Kabupaten Purwakarta, sebanyak 70% angkutan di Purwakarta dinyatakan tidak layak jalan. Sehingga dapat dinyatakan ilegal untuk melintas di jalan raya. Kondisi ini diperparah dengan tidak adanya kesadaran pemilik kendaraan untuk melakukan uji KIR.

“Kalau bicara data, 70% angkutan di Purwakarta ini tidak layak jalan, pemilik kendaraan tidak memiliki kesadaran untuk melakukan uji KIR, kita segera lakukan operasi sesuai dengan arahan Pak Bupati,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Purwakarta, Saepudin.

Diantara kendaraan yang tidak layak jalan tersebut adalah kendaraan milik Ridwan (45), kendaraan jenis micro bus yang ia gunakan sehari-hari sebagai angkutan umum jurusan Plered – Cikampek itu sudah sejak lama tidak diuji KIR.

“Saya mah yakin ini tidak akan lulus uji KIR, saya lupa lagi kapan kendaraan saya terakhir diuji KIR, sudah lama sekali sepertinya,” ungkapnya.

Menurut aturan yang berlaku, seharusnya sebuah kendaraan dilakukan uji KIR dengan frekuensi setahun dua kali dengan tarif untuk kendaraan baru sebesar Rp92 ribu, sementara uji KIR berkala sebesar Rp42 ribu.(Hms/Bim)

PURWAKARTA - Sebanyak 9 Kepala Keluarga pagi ini Jum’at (27/1) mendatangi Kantor Bupati Purwakarta di Jalan Gandanegara No 25. Warga yang berasal dari dua Rukun Warga yang berbeda di Kelurahan Nagri Tengah Purwakarta ini bermaksud mempertanyakan nasib mereka akibat kebijakan pembuatan Jalan Lingkar Dalam kota yang mengharuskan mereka untuk direlokasi.

Seperti diketahui, sejak 50 Tahun yang lalu, mereka menempati lahan PT KAI di pinggir rel kereta api yang sedianya lahan tersebut akan dijadikan jalan melingkar dari Jalan Ipik Gandamanah menuju Kampung Tjeplak di Jalan KK Singawinata sebagai upaya pemerintah daerah setempat untuk mengurangi kemacetan yang kerap terjadi di jalan protokol di wilayah itu.

Mereka lantas diterima oleh Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi sehabis berolahraga pagi ini. Dialog penuh kekeluargaan berlangsung diantara Bupati dan warganya tersebut ditemani menu sarapan pagi berupa soto ayam kampung.

Salah seorang warga, Elli (69) menyadari bahwa rumah yang ia tinggali berada diatas tanah yang bukan menjadi haknya. Karena itu, ia bersedia menerima uang kerohiman sebesar Rp20 Juta untuk ia gunakan sebagai biaya mengontrak rumah. Namun, ia memohon jeda waktu kepada Bupati Purwakarta untuk membereskan barang-barang di rumahnya terlebih dahulu.

“Alhamdulillah ada solusi, kami diberikan uang kerohiman jadi bisa untuk mengontrak rumah. Tadi juga sempat meminta waktu untuk membereskan barang-barang kami dulu sebelum rumah kami dibongkar,” jelasnya di Warung Katresna, belakang kompleks Kantor Bupati Purwakarta.

Hal senada diungkapkan oleh Titing (52), ia berterima kasih kepada Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, ia siap dipindahkan oleh pemerintah daerah setempat dari tempat tinggalnya kini ke rumah kontrakan sementara dengan biaya yang sudah disediakan.

“Respon beliau baik, kami tidak menunggu lama, langsung ada solusi,” singkatnya di tempat yang sama.

Pemerintah Kabupaten Purwakarta pun tengah menyiapkan solusi jangka panjang bagi 9 Kepala Keluarga tersebut. Warga yang terkena dampak pembangunan jalan lingkar ini akan direlokasi ke rumah susun yang terletak di Kampung Poponcol, Kelurahan Ciseureuh, Purwakarta.

“Kita pindahkan mereka ke rusun permanen. Sambil menunggu proses pembangunan rusun itu, kami siapkan kontrakan rumah, biaya dari kami sebagai pemerintah sebesar Rp20 Juta untuk mengontrak rumah,” ujar Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi.

Sembilan Kepala Keluarga yang terkena relokasi tersebut berada di RT 20/04 dan RT 15/02. Mereka diberi waktu sampai akhir minggu depan untuk mengosongkan rumah yang mereka bangun diatas lahan PT KAI itu.(Hms/Man)

PURWAKARTA - Ribuan paket sembako untuk membantu korban banjir di Kecamatan Cibingbin Kabupaten Kuningan pagi ini Selasa (24/11) mulai didistribukan.

Sebanyak 3500 paket sembako termin pertama ini diharapkan dapat membantu meringankan beban korban banjir yang merendam 6 desa yakni Desa Cibingbin, Dukuh Badag, Bantar Panjang, Sindang Jawa, Sukaharja dan Cisaat. Banjir akibat luapan Sungai Cijengkelok ini terjadi Minggu malam (22/1) lalu.

Paket sembako yang sejak malam tadi berhasil dikumpulkan dari para pegawai, masyarakat dan pelajar ini dikoordinir langsung oleh Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi.

Dalam keterangan persnya, pria yang akrab disapa Kang Dedi itu mengatakan segera menginventarisir kebutuhan lain bagi korban banjir tersebut untuk diberikan bantuan.

“Kita lihat perkembangan lanjutan, kebutuhan mereka apa saja, ini tahap pertama kami kirim 3500 paket sembako kesana, setelah ini, bisa berupa bantuan kebutuhan wanita, makanan bayi hingga popok untuk bayi,” singkat Dedi.

Bantuan yang dikumpulkan sendiri tidak berupa uang, Dedi yang saat mengkoordinir paket sembako ditemani anaknya, Yudhistira Manunggaling Rahmaning Hurip ini menyebut bantuan berupa barang siap pakai lebih dibutuhkan dibanding dengan bantuan berupa uang.

“Kami tidak ngumpulin uang, langsung saja barangnya,agar kita kirim langsung,” pungkas Dedi.(Hms/Man)

PURWAKARTA - Foto spanduk pelarangan gelaran pertunjukan wayang yang beredar bahkan viral di sosial media baru-baru ini, turut mengundang komentar Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang juga seorang budayawan Sunda ini. Menurutnya, orang yang membuat spanduk tersebut sama sekali tidak mengenal Keindonesiaan dan substansi Keislaman.

Hal tersebut ia ungkapkan hari ini Selasa (24/1) di rumah dinasnya, di Jalan Gandanegara No 25 Purwakarta.

“Saya kira mereka gagal faham, pemahaman Keislaman dan Keindonesiaan mereka belum selesai,” ungkap Dedi.

Pria yang kerap disapa Kang Dedi itu menjelaskan tradisi wayang telah mengajarkan filosopi dasar kemanusiaan. Hal ini tentu tidak dibuat serta merta, melainkan ia menyebut para wali dengan cerdas memasukan nilai keislaman berupa rukun Islam dan rukun Iman ke dalam lakon wayang dengan sangat kontemplatif.

“Kalau ingin memahami karakter manusia, itu semua dapat kita pelajari dari setiap karakter dan lakon wayang, nilai-nilai simbolik tersaji disana, narasi tentang keislaman pun disajikan oleh dalang dengan cara ‘silih sindir sindang siloka’ sehingga bahasanya halus dan mudah dimengerti masyarakat awam,” jelasnya.

Melalui kehalusan yang tersaji dalam setiap lakon wayang, Dedi melanjutkan, nilai-nilai keislaman dapat tersebar ke penjuru Nusantara seperti saat ini. Kehalusan yang dia maksudkan itu adalah pengajaran budi pekerti orang Indonesia.

“Ajarannya halus sekali, mengajak tidak seperti mengajak. Wayang tidak bisa bergerak tanpa dalang, ini pengajaran tentang teologi penyerahan diri kepada Allah SWT karena seluruh gerak yang dilakukan oleh makhluk hidup itu karena-Nya,” jelasnya kembali.

Karena kehalusan ajaran ini pula, penyebaran Islam di bumi Nusantara tidak sedikit pun dihiasi konflik dan kekerasan. Hal ini menandakan, penerimaan penduduk Nusantara terhadap nilai-nilai keislaman ini sangatlah kuat.

“Boleh buka sejarah, tidak ada konflik dan kekerasan yang terjadi karena penyebaran Islam melalui instrumen wayang, ini membuktikan bahwa penerimaan orang Sunda dan orang Jawa juga penduduk Nusantara yang lain terhadap agama, ini sangat kuat,” pungkasnya menutup.

Spanduk pelarangan wayang itu sendiri dipandang oleh pria yang selalu mengenakan pakaian khas Sunda ini sebagai bagian dari upaya memperkeruh suasana antara pecinta wayang dengan kelompok yang selama ini mengatasnamakan pemurnian syari’at.(Hms/Man)

PURWAKARTA - Pemerintah Kabupaten Purwakarta akan mengirim sebanyak 20 Mahasiswa untuk menjalani studi pasca sarjana di Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdhatul Ulama atau STAI NU di Jakarta. Studi selama dua tahun ini secara khusus mempelajari Konsep Islam Nusantara di Sekolah Tinggi milik organisasi Islam terbesar di Indonesia itu.

Dosen STAI NU Jakarta, Kiai Ngatawi al Zastrow hari ini Senin (23/1) di sela pertemuan dengan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi di Bale Nagri Purwakarta mengatakan pihaknya membangun komitmen dengan Pemerintah kabupaten setempat  agar biaya studi pasca sarjana tersebut gratis.

Kiai nyentrik yang selalu mengenakan blangkon dan baju dodot khas Jawa itu pun menekankan seleksi ketat akan dilakukan terlebih dahulu untuk menentukan personalia mahasiswa yang dapat belajar di kampusnya, agar mahasiswa tersebut benar-benar memiliki basic keislaman dan kenusantaraan yang kuat.

“Tim dari kami akan melakukan seleksi terlebih dahulu, ya namanya sudah Islam Nusantara jadi basic keislaman dan tradisi nusantara yang dia miliki harus kuat, dia harus fasih membaca dan menterjemahkan kitab kuning. Selain itu ya harus mampu membaca suluk tokoh lokalnya, kalau disini berarti suluk-suluk tokoh Sunda, harus bisa ‘ngawih’ atau ‘nembang’ juga,” jelas Kiai Ngatawi.

Pemerintah Kabupaten Purwakarta juga secara internal akan membentuk tim seleksi yang bersinergi dengan tim seleksi bentukan STAI NU Jakarta. Persyaratan penguasaan Teknologi Informasi pun akan dimasukan oleh Pemkab sebagai syarat bagi mahasiswa yang berminat terhadap beasiswa ini.

“Harus menguasai teknologi informasi terutama teknik penyebaran konten di sosial media, nantinya kan mereka bertugas menyebarkan materi yang dipelajari disana ke sosial media,” ujar Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi usai pertemuan tersebut.

Pertemuan dalam rangka kegiatan ‘Anjang Sana’ STAI NU Jakarta ke 13 kabupaten/kota itu merupakan yang kedua setelah mereka ber-anjang sana ke kediaman Kiai Said Aqil Siradj di Ciganjur, Jakarta Selatan. Dari sana, mereka langsung menuju Kabupaten Purwakarta, Cirebon, Pekalongan, Kaliwungu Kendal, Semarang, Demak, Rembang, Sarang, Surabaya, Mojokerto, Jombang dan Yogyakarta.

Sebelum melakukan pertemuan dengan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, rombongan ‘Anjang Sana’ ini sempat berziarah ke makam Baing Yusuf Purwakarta yang merupakan guru dari Syaikh Nawawi al Bantani, ulama kharismatik asal Banten yang sempat menjadi Mufti atau Ahli Fatwa di Masjid al Haram, Mekah, Saudi Arabia.(Hms/Bim)

PURWAKARTA - Purwakarta semakin mentahbiskan diri sebagai salah satu referensi tujuan wisata di akhir pekan. Selain Taman Air Mancur Sri Baduga yang peresmian tahap ketiganya akan dilaksanakan pada Sabtu (18/2) mendatang, kabupaten yang menjadikan falsafah kesundaan sebagai soko guru pembangunan ini pun memiliki event khusus yang bisa dinikmati pada akhir pekan yaitu Festival Ternak Unggul.

Festival ini pertama kali digelar pada Sabtu (21/1) di Stadion Ketangkasan Hewan Ternak ‘Kidang Pananjung’ Kampung Cikubang Desa Pusaka Mulya Kecamatan Kiarapedes Purwakarta dengan menghadirkan ternak sapi dan domba yang siap berkompetisi adu cantik maupun adu tangkas.

Para pesertanya pun tidak hanya berasal dari Purwakarta, melainkan mereka juga berdatangan dari berbagai daerah di Jawa Barat. Rizal (35) misalnya, peternak asal Kabupaten Bandung Barat ini hadir dengan membawa serta keluarganya. Ia berujar salah satu bagian dari festival yakni adu tangkas merupakan kebudayaan leluhur Sunda yang harus dilestarikan.

“Ini pilihan wisata ya, kalau diadakan sebulan sekali atau seminggu sekali sangat bagus, yang penting akhir pekan agar banyak peserta dan pengunjung yang datang. Ketangkasan hewan ternak itu warisan leluhur yang harus dilestarikan, saya kira bagus ya,” ujar Rizal.

Sesi ketangkasan hewan ternak memang menjadi primadona bagi pengunjung dalam festival ini. Sejak pagi mereka diketahui sudah memenuhi tribun Stadion Kidang Pananjung untuk menyaksikan ketangkasan hewan ternak domba. Selain itu, metode Inseminasi Buatan atau kawin silang pun diajarkan kepada para pengunjung terutama pelajar dalam acara ini.

Manfaat dari pembelajaran metode Inseminasi Buatan ini dirasakan oleh Yanti (20). Mahasiswi Fakultas Peternakan di salah satu perguruan tinggi negeri di Jawa Barat ini mengaku mendapatkan pengetahuan baru yang dapat ia jadikan bahan diskusi dalam perkuliahan yang ia jalani di kampusnya.

“Ini gabungan dari wisata dan pendidikan, saya kira layak disebut eduwisata, unsur hiburannya ada, unsur pendidikannya juga banyak,” ujar Yanti.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang hadir dalam acara tersebut mengatakan dalam tiga ke depan, fasilitas di Stadion Kidang Pananjung ini akan ditambah mengingat besarnya animo masyarakat untuk mengikuti festival ini. Pria yang kerap disapa Kang Dedi itu berujar, sarana parkir, toilet, penginapan peternak yang menjadi peserta bahkan penginapan untuk hewan mereka pun akan disiapkan.

“Akses internet juga akan kita bangun, kalau dihitung seluruhnya untuk bisa mencapai fasilitas yang memadai kita butuh Rp10 Miliar lengkap dengan arena ketangkasan balap sapi ala Purwakarta,” pungkasnya. (Hms/Bim)

PURWAKARTA - Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Kementerian Pertanian, Surachman, mengapresiasi program pendidikan peternakan di Purwakarta yang selama ini telah berlangsung. Program yang telah berlangsung selama beberapa tahun ke belakang ini bahkan telah melahirkan bibit ternak domba bernama Garwa atau Garut Wanayasa sebagai hasil dari Inseminasi Buatan atau kawin silang dari domba asal Garut dan Wanayasa Purwakarta.

Hal ini dia sampaikan di sela kegiatan Festival Ternak Unggul “Kidang Pananjung” hari ini Sabtu (21/1) di  Kampung Cikubang, Desa Pusaka Mulya, Kecamatan Kiarapedes Purwakarta. Ia yang hadir mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga sempat berujar bahwa program yang telah dilaksanakan di Purwakarta ini akan dia teliti lebih lanjut untuk dijadikan ‘pilot project’ program peternakan tingkat nasional.

“Program di Purwakarta ini harus kita dukung dan saya langsung akan mensinergikannya dengan program di Kementerian, kami di Kementerian baru ada agricultural camp, ini masih belum cukup, program di Purwakarta ternyata lebih holistic karena terintegrasi dengan kurikulum pendidikan disini,” kata Surachman menjelaskan.

Tentang kurikulum peternakan dalam sistem pendidikan Purwakarta ini, Bupati setempat Dedi Mulyadi yang turut hadir di lokasi acara menjelaskan program yang ia gagas tersebut diluncurkan dalam rangka menumbuhkan kecintaan siswa terhadap hewan ternak yang kian hari kian berkurang.

Selain pelajar di sekolah yang menjadi sasaran program ini, para peternak pun turut diadvokasi melalui pelatihan manajemen peternakan. Menurutnya, aspek manajerial ini kurang difahami oleh peternak sehingga mereka lemah dalam pengelolaan hewan ternak yang mereka pelihara.

“Kalau di sekolah kita buat Inseminasi Buatan agar tercipta bibit unggul, kita tidak berhenti disitu, peternak juga termasuk ke dalam sasaran program ini sehingga mereka menjadi kuat dalam aspek manajemen peternakannya,” jelas pria yang kerap disapa Kang Dedi itu.

Pemerintah Kabupaten Purwakarta pun telah menetapkan lima wilayah memiliki kualifikasi sebagai daerah yang layak dijadikan basis peternakan. Empat dari lima wilayah tersebut diproyeksikan sebagai basis peternakan domba sementara sisanya diharapkan menjadi sentra peternakan sapi di kabupaten yang jumlah populasi dombanya lebih banyak dari populasi penduduk ini.

“Untuk domba, kita kembangkan di Darangdan, Wanayasa, Bojong dan Kiarapedes, sementara untuk sapi, Sukasari menjadi wilayah yang kita proyeksikan,” katanya menambahkan.

Ke depan, selain mengimplementasikan program pendidikan peternakan, Kabupaten Purwakarta pun berencana membangun arena ketangkasan hewan yang akan digunakan untuk olimpiade hewan ternak dari berbagai jenis baik domba maupun sapi. Khusus untuk sapi, Pemkab Purwakarta tengah menggodok konsep balap sapi ala Purwakarta.(Hms/Bim)

SUBANG - Kasus Minuman Keras (Miras) Oplosan Kembali terjadi, Kini Dua pemuda bersaudara kembar, Jenal dan adiknya, Jeni, warga Kampung/Desa Lengkong, Kecamatan Cipeundeuy, Subang, Dan Satu korban lainya bernama Anom, Warga Kampung Tegal garu, desa Cipenduey, meregang nyawa usai menenggak minuman keras (miras) oplosan,  yang dibelinya dari warung milik Dedeng, seorang guru PNS.

Informasi yang dihimpun, peristiwa bermula saat kedua korban bersama empat rekannya, yakni Asep alias Isro, Oktavian, Teguh dan istrinya, Reni, menggelar pesta miras oplosan di halaman pabrik PT Shoe Kwa, pada Minggu malam (15/1).

Mereka mengonsumsi miras jenis Vodka Big Boss yang dioplos dengan minuman energi Kuku Bima. Miras tersebut, dibeli mereka dari warung milik seorang guru PNS, Dedeng.

Dalam pesta miras tersebut, kedua korban bersama rekan-rekannya, menghabiskan sekitar lima paket (botol) miras oplosan, yang dibeli secara bertahap dari warung Dedeng.

Usai berpesta minuman, mereka kembali ke rumah masing-masing. Kecuali Jeni dan Oktavian yang menghadiri keluarganya yang melahirkan.

Pascapesta miras tersebut, mereka belum merasakan dampak apa pun. Namun, sehari kemudian, tepatnya Senin tengah malam, 16 Januari 2017, sekitar pukul 24.00 WIB, Jenal mendadak sakit dan langsung dilarikan ke RS Mekar Arum Cipeundeuy.

“Tapi, setelah beberapa saat mendapat perawatan, sekitar pukul 03.00 WIB, Selasa dini hari, 17 Januari 2017, Jenal meninggal, dan siangnya langsung dimakamkan. Prosesi pemakaman itu bahkan dihadiri oleh saudara kembar korban, Jeni, yang sebelumnya ikut pesta miras bareng korban,”beber Kapolsek Cipeundeuy, Kompol Undang Sudrajat, Jumat (20/01/17).

Namun, usai menghadiri pemakaman kembarannya, Jeni pun jatuh sakit, dan langsung dilarikan ke RS Bhakti Husada Purwakarta, untuk mendapat perawatan medis. Sayangnya, di hari itu juga, sekitar pukul 20.00 WIB, Jeni juga meninggal, dan dikebumikan di samping makam kembarannya.

“Adapun korban lainnya masih dalam perawatan pihak keluarga. Kasus ini, sedang kami dalami,”ucap Undang.
Diberdayakan oleh Blogger.