Halloween party ideas 2015
Tampilkan postingan dengan label SOSIAL. Tampilkan semua postingan

Grobogan Jateng - Fenomena langka terjadi di Grobogan, Jawa Tengah. Seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun yang melahirkan janin bayi melalui proses operasi di Rumah Sakit Sultan Agung Semarang.
Pada awalnya, remaja yang bernama Ganang Yudo Putra Duri ini mengalami sesak di bagian dadanya yang membesar. Karena kondisinya yang tak kunjung membaik, orangtua Ganang kemudian membawanya ke rumah sakit pada tanggal 19 Oktober 2017 lalu.
Dari hasil pemeriksaan dokter, diketahui terdapat janin di dalam tubuh Ganang. Tim dokter mendiagnosa putra ketiga dari pasangan Masduri dan Sri Munastatik itu menderita penyakit teratoma atau memiliki embrio ganda.
"Mas Ganang menderita tratoma atau istilahnya emberio ganda. Ia sudah di operasi di rumah sakit Sultan Agung, Semarang," ujar Bripka Purwono, petugas Polsek Grobogan pada 25 Oktober 2017.
Pada tanggal 24 Oktober kemarin, tim dokter pun melakukan tindakan operasi dan berhasil mengangkat janin tersebut. Sayangnya, bayi berjenis kelamin laki-laki dan berbobot tiga kilogram ini sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Jenazah bayi tersebut telah dimakamkan oleh warga di pemakaman Dusun Ngampel, Grobogan.

"Kemarin sudah berbentuk janin dan sudah di kubur oleh warga. Utuh berwujud manusia dengan berat 3 kilogram. Dari keterangan keluarga, Mas Ganang masih dirawat di ICU," tutur Jamal tetangga Ganang.
Berdasarkan keterangan para tentangga, keanehan yang terjadi pada perut Ganang sudah terjadi sejak ia berusia 7 tahun. Sebelumnya, Ganang sempat hendak menjalani operasi namun masih menunggu hingga dewasa agar fisiknya kuat. Hingga saat ini, Ganang masih terbaring lemah di Ruang ICU untuk mendapatkan perawatan intensif. (netz/potret)



Warga kampung Pancasila Saat Gelar Doa Bersama
KARAWANG-Seakan tidak peduli berkonflik dengan siapa, masyarakat Kampung Pancasila, Desa Sinarbaya, Kecamatan Telukjambe Timur mengaku akan terus memperjuangkan tanah yang saat ini menjadi tempat tinggalnya.

Perwakilan warga, Adang Surya Atmaja mengatakan, sudah lebih dari 50 tahun warga secara turun temurun menempati tanah seluas 7 hektar yang saat ini masih menjadi tempat tinggalnya. Karena menurut Adang, sejak tahun 1961 orang tua mereka sudah menempati tanah tersebut.

“Padah tahun 1974 tanah ini tiba-tiba dilikuidasi oleh pemerintah untuk battalion non-aktif. Sekarang kondisinya sudah jadi perkampungan. Bahkan pembangunan di sini pun sudah masuk atau menggunakan APBD. Dan sampai saat ini masyarakat terus berjuang dengan cara melakukan gugatan hukum di PTUN,” tutur Adang, Kamis malam (30/8).

Dikatakan Adang, pada 1 Maret 2016 memang telah diterbitkan sertifikat tanah atas nama “Kosam 3 Siliwangi”. Namun karena alasan sudah puluhan tahun menempati tanah sebagai tempat tinggal, tentu saja masyarakat tidak akan berdiam diri.

“Di PTUN sudah digelar 11 kali persidangan. Nanti 6 September 2017 akan digelar siding lanjutan dengan agenda pemeriksaan saksi. Dan masyarakat akan terus memperjuangkan tanah yang sudah puluhan tahun menjadi tempat tinggalnya,” kata Adang, saat dimintai keterangan disela-sela kegiatan istighosah dan doa bersama masyarakat Kampung Pancasila.

Diakui Adang, Kampung Pancasila yang awalnya bernama Dusun Saptamarga ini memiliki 350 KK (Kepala Keluarga) dan 1.500 jiwa jumlah penduduk. Namun kemudian masyarakat mengusulka kepada pemdes, kecamatan, bupati sampai Presiden Jokowi untuk mengganti namanya meenjadi Kampung Pancasila.

“Kabarnya Presiden Jokowi juga sudah menandatangani legalitas atas usulan Kampung Pancasila ini. Kampung ini dinamakan Kampung Pancasila, karena kami mampu menjaga persatunan dan kesatuan, serta kerukunan umat beragama. Meskipun di sini ada dua tempat ibadah (mesjid dan gereja), berbeda agama dan berbeda suku, tetapi kami tetap rukun dan guyub,” paparnya.

Perwakilan warga lainnya Abu Jafar menyatakan, bahwa masyarakat Kampung Pancasila akan terus berjuang bersama untuk mempertahankan tempat tinggalnya. Bahkan Ketua DKM Mesjid Nurul Amal Kampung Pancasila tersebut juga menegaskan, kegiatan istighosah dan doa bersama malam ini merupakan bagian dari perjuangan masyarakat.

“Kami sudah lama hidup bersama di sini. Maka kami akan berjuang bersama juga,” kata Abu Jafar, saat mengawali sambutan di kegiatan istighosah dan doa bersama yang digelar masyarakat Kampung Pancasila.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan di lapangan, kabarnya luas tanah 7 hektar yang saat ini ditempati 350 KK masyarakat Kampung Pancasila tersebut akan dijadikan perluasa industri salah satu “anak perusahaan raksasa” di Karawang. Sampai saat ini persoalan sengketa tanah tersebut masih berada di meja PTUN.  Dan untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, saat ini masyarakat mendirikan posko dan berjaga-jaga secara bergiliran.(adk)

KARAWANG-Terhitung Sabtu (26/8), Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBM-NU) Karawang mengaku sudah mulai menggelar kegiatan atau program kajian hukum agama. Kegiatan kajian hukum agama islam ini rencananya akan digelar selama sebulan sekali.

“Kegiatan seperti ini akan kita adakan sebulan sekali dengan cara keliling MWC (Majelis Wakil Cabang). Kita di LBM-NU menampung masukan atau persoalan yang perlu dibahas di masyarakat. Dari sumber manapun bisa, yang penting isu atau persoalan tersebut belum pernah kita bahas,” tutur Ketua LBM-NU Karawang, Ustadz Abdul Manan SIP, saat ditemui disela-sela kajian di kantor PCNU Karawang.

Untuk setiap pertanyaan hukum agama yang diajukan pengurus MWC ataupun masyarakat yang sudah pernah dibahas LBM-NU, sambung Abdul, lembaganya akan memberikan penjelasan secara langsung.

Sementara untuk pertanyaan yang belum pernah dibahas, maka akan masuk dalam kajian LBM-NU yang dibahas para ustadz, kiyai maupun ulama NU Karawang. “Pembahasannya bisa seputar Diniyah, Waqi’iyah, Mauduiyah dan Qonuiyah,” paparnya.

Pembahasan Diniyah, dijelaskan Abdul, yaitu seputar pembahasan kajian hukum agama dalam hal pelaksanaan ibadah. Sementara Waqi’iyah, yaitu lebih kepada implementasi persoalan kekinian yang ada di masyarakat.

Untuk Mauduiyah, masih dijelaskan Abdul, yaitu seputar tematik atau tema yang sedang populer di masyarakat. Misalnya, seperti persoalan pandangan agama soal Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT).

“Sedangkan untuk Qonuiyah, yaitu kajian hukum agama yang menyikapi persoalan atauran atau perundangan-undangan yang dibuat pemerintah. Contoh pembuatan Perda, misalkan boleh atau tidak melegalkan lokalisasi melalui bentuk Perda,” teragnya.

Ditambahkan Abdul, setiap hasil kajian LBM-NU akan dibukukan yang kemudian disebarkan ke setiap pengurus MWC, serta diberikan kepada para jamaah (masyarakat) yang membutuhkan. “Hasil kajian di LBM-NU juga bisa dijadikan dasar rekomendasi atau rujukan MUI dalam menyikapi persoalan isu hukum agama di masyarakat,” pungkasnya.(adk)

Opini - Kabupaten Karawang bagi masyarakat Indonesia identik dengan produksi padinya. Hingga tak mengherankan jika Karawang mendapat sebutan “lumbung padi” Jawa Barat, bahkan nasional. Tidak bisa dipungkiri wilayah dengan luas 1.753,27 km2 dikelilingi oleh 94,075 Hahijaunya sawah. Dengan luas lahan tersebut, petani dapat menghasilkan sekitar 800 ribu ton beras untuk kebutuhan sekitar 2,2 juta penduduk Karawang.

Jika melihat lebih dekat, ternyata wilayah yang diresmikan tanggal 14 September 1633 M ini menyimpan banyak potensi. Selain lumbung padi, Karawang juga dapat disebut sebagai “lumbung pabrik”. Dikenal sebagai kota industri, Karawang memiliki kawasan industri terluas di Indonesia bahkan di Asia Tenggara, dengan total luas lahan industri mencapai 13,718 Ha atau 7,85 persen dari luas Kabupaten Karawang. Kebijakan pembangunan sektor industri berpedoman pada peraturan presiden nomor 28 tahun 2008. Kebijakan Industri Nasional sampai tahun 2025 adalah Indonesia menjadi Negara IndustriTangguh dengan memperhatikan beberapa kriteria berdasarkan peraturan tersebut.

Saat ini kurang lebih Karawang memiliki 6 kawasan industri yang sudah beroperasi yaitu; 1. Kawasan Industri Indotaisei (Kalihurip, Cikampek), 2. Kawasan Industri KIIC (Telukjambe), 3. Kawasan Industri Mitra Karawang (Ciampel), 4. Kawasan Industri PT.Timor Putra Nasional (Kalihurip), 5. Kawasan Industri Kujang Cikampek (Cikampek), 6. Kawasan Industri Surya Cipta (Ciampel). Keberadaan sektor industri ini memberikan kontribusi sebesar 50 persen terhadap PDRB Kabupaten Karawang. Selain itu, sektor industri menyerap lebih dari 500 ribu pekerja dengan beragam tingkatan, baik lokal maupun ekspatriat.Dan data menyebutkan bahwa Kabupaten Karawang tercatat sebagai kota dengan UMR tertinggi di Indonesia.

Dari segi pariwisata, Kabupaten Karawang juga menyimpan beragam objek wisata yang menarik untuk dikunjungi.Untuk pariwisata curug, Karawang  memiliki banyak curug yang mungkin tidak diketahui banyak orang. Pertama, Curug Cigentis yang berlokasi di kaki Gunung Sanggabuana. Berjarak 44 km dari pusat kota Karawang dan bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat dengan kondisi jalan beraspal.

Kedua yaitu Curug Bandung. Namanya memang Bandung tetapi lokasinya tetap di Kabupaten Karawang. Curug Bandung berada di desa Mekarbuana, Kec Tegalwaru dan berjarak 43 km dari pusat kota Karawang. Ketiga yaitu Curug Cipanundaan, berlokasi di Desa Kutamaneuh Kec Tegal Waru. Curug ini terdiri dari tiga buah curug yang bermuara jadi satu. 

Wisata alam lainnya yaitu Green Canyon Mini Ciomas. Lokasinya tidak jauh dari Curug Ciomas di kampung Tonjong Roke, Desa Medal Sari Kec Pangkalan. Untuk mencapai lokasi hanya cukup 45 menit saja dari pusat Karawang. Grand Canyon mini terdapat pemandangan tebing-tebing batu dan akar-akar pohon tua yang dapat dijadikan objek foto. Kemudian ada Stone Garden atau taman batu Karawang. Wisata ini merupakan salah satu potensi yang dapat dijadikan kebanggaan kota Karawang. Taman batu yang berada di Desa Kutamaneuh ini menawarkan keindahan batu tumpang, batu liang maung, batu masigit dan lain-lain. Selain itu masih ada wisataBatu Purba Karawang, Pantai Tanjung Pakis, Bendungan Walahar, Pantai Samudra Baru, Pantai Tanjung Baru, Danau Cipule dan lain-lain.

Dibalik potensi yang telah disebutkan, masih ada potensi yang dimiliki oleh Kabupaten Karawang yaitu tempat bersejarah.Pertama, Candi Jiwa dan Candi Blandongan di Situs Batujaya. Di tempat bersejarah ini ada 11 buah candi yang berhasil diteliti oleh para arkeologyang diperkirakan dibangun pada masa Kerajaan Tarumanegara pada Abad ke 15 Masehi.

Kedua, Situs Cibuaya. Yang paling menarik dari tempat ini adalah bangunan candi di Lemah Duhur Lanang. Bangunan yang dibuat dari bata ini berdenah hampir bujursangkar dengan ukuran 9 × 9,6 meter dan tinggi dua meter, menghadap ke arah barat laut dengan tangga berukuran lebar 2,2 meter.Bagian fondasinya dibuat dari pecahan bata yang bercampur dengan kerikil dan batu kali. Bagian puncak runtuhan bangunan Lemah Duhur Lanang terdapat sebuah lingga yang berukuran tinggi 111 cm dan bergaris tengah 40 cm. Bentuk lingganya sendiri bukan merupakan bentuk lingga yang sempurna (lingga semu) karena tidak memiliki bagian yang berdenah segi delapan (wisnubhaga).

Selanjutnya yaitu Rengasdengklok (Rumah Djiaw Kie Song). Ditempat ini Presiden RI Ir. Soekarno dan Wakilnya Bung Hatta disekap oleh pemuda-pemudi Indonesia pada tanggal 16 Agustus 1945 untuk kemudian dipaksa menandatangani naskah Proklamasi yang dideklarasikan pada tanggal 17 Agustus 1945.Dalam rumah yang berukuran sekitar 12 X 12 m ini terdapat dua kamar tidur satu ruang pertemuan, kamar sebelah kiri merupakan tempat tidur Bung Hatta dan sebelah Kanan tempat tidur Ir. Soekarno, yang didalamnya terdapat tempat tidur dari kayu jati yang cukup besar.Selain tempat bersejarah yang telah disebutkan, terdapat beberapa tempat lainnya yaitu Masjid Agung Karawang dan Makam Syekh Quro, Monumen Rawa Gede, Tugu Kebulatan Tekad.

Melihat potensi dari Kabupaten Karawang, tentunya sebagai penduduk harus terus menjaga dan mengembangkan potensi yang ada. Harapannya, pemerintah dan masyarakat akan saling membantu untuk kemajuan daerah yang ada di Indonesia.
 
PROFIL PENULIS

•  Nama lengkap         : Maesya’bani
•  Tempat dan Tanggal Lahir : Jakarta/14 Desember 1997
•  Pekerjaan         : Mahasiswa
•  Jenis Kelamin         : Perempuan
•  Alamat email         : banimaesya7@gmail.com
•  Profil Singkat 

Mahasiswa akuntansi syariah sekaligus penerima manfaat beasiswa EKSPAD (Ekonomi syariah pelopor pembangunan daerah) di STEI SEBI Depok. Sekretaris Islamic Economics Forum (IsEF SEBI). Alumni SMA Negeri 1 Cikampek (2015). Mempunyai motto hidup “Pelaut yang hebat tidak dilahirkan di laut yang tenang”.

KARAWANG - Wakil Bupati Karawang, H. Ahmad Zamakhsyari menyesalkan potongan jasa yayasan penyaluran dana bantuan sosial pemerintah Kabupaten Karawang yang diperuntukan anak yatim piatu. Pasalnya, jasa yayasan Karawang Sejahtera sebagai  penyalur dana sosial tersebut  sebesar 20 persen atau sekitar Rp. 1,4 M dari anggaran Dinas Sosial Kabupaten Karawang sebesar Rp. 7 milyar dinilai terlalu besar.

"Jasa 20 persen atau Rp1,4 milyar untuk yayasan penyalur dana bansos itu kebesaran. Lebih baik untuk anak yatimnya yang lebih besar," kata Wakil Bupati usai acara penyerahan bantuan sosial di Kantor Pos Karawang, Jumat (28/8)

Jimmy sapaan akrab wakil Bupati Karawang, menjelaskan dari total anggaran terbagi untuk penyaluran langsung anak yatim piatu yang ada di setiap desa sebanyak 10 orang atau sebesar lebih dari Rp7 milyar. Namun, Jimmy menolak adanya potongan jasa  sebesar 20 persen untuk jasa Yayasan Karawang Sejahtera sebagai fasilitator terkait jumlah dan penyaluran langsung anak yatim yang ada d kabupaten Karawang.

"Sebenarnya kenapa harus pakai jasa yayasan? Pemerintah pusat saja bisa kok menyalurkan BLT kepada yang berhak menerima. Kan kita juga melalui  kantor pos," ujar Wakil Bupati.

Selain itu, tambah Jimmy,  dana bantuan sosial yang diperkirakan lebih dari Rp10 milyar diperuntukan Yayasan yatim piatu dan panti jompo masih belum jelas jumlah yayasan dan besaran bantuan untuk masih-masing yayasan.

"Berapa banyak jumlah yayasan yang ada? Dan berapa besaran rupiahnya untuk setiap yayasan?" tanya Jmmy.

Oleh karena itu, Wakil Bupati meminta Dinas Sosial sebagai leading sektor program pemerintah Kabupaten Karawang ini untuk mengevaluasi penyaluran bantuan sosial pemenuhan kebutuhan dasar bagi anak terlantar.

"Ini harus dievaluasi lagi, jangan ada potongan untuk urusan anak yatim. Tanggung jawabnya berat di akhirat nanti," jelasnya.(Bim)

KARAWANG - Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadianna didampingi Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) beserta jajaran mengunjungi makam Bupati Karawang pertama Kyai Panembahan Adipati Singaperbangsa yang bertempat di Desa Manggung Jaya Kecamatan Cilamaya Kulon, pada hari Selasa (11/7).

Pada kesempatan tersebut Bupati Karawang mengawali kunjungannya dengan melakukan ziarah dan doa. Kemudian selanjutnya Bupati beserta rombongan dengan didampingi juru kunci makam Singaperbangsa melihat satu persatu kondisi bangunan yang merupakan makam sejarah yang ada di Kabupaten Karawang tersebut.

Kemudian setelah secara detail melihat kerusakan di bangunan utama Bupati beserta rombongan melanjutkan pengecekan ke mushola serta tempat wudhu yang ada di sekitar makam, pendopo halaman belakang makam juga sumur Kahuripan yang dinilai keramat oleh masyarakat setempat yang juga berada di sekitar pemakaman. 

Menurut Bupati, sebetulnya dirinya memang sejak awal ketika mengunjungi makam Singaperbangsa pada saat perayaan Hari Jadi Kabupaten Karawang tahun kemarin sudah melihat dengan jelas kerusakan - kerusakan yang dialami oleh makam sejarah tersebut, sehingga pada waktu itu dirinya beserta DPRD Kabupaten Karawang sudah menganggarkan dana sebesar Rp. 1,2 Milyar untuk biaya rehab makam di Tahun 2017 ini.

"Karenanya saya meminta Dinas terkait untuk segera mempercepat pengerjaan rehab karena memang sudah dianggarkan sejak tahun lalu,"ungkapnya.

Bupati juga menginginkan rehab nanti dilakukan tidak mengurangi nilai - nilai keaslian yang ada di makam tersebut. Karena makam Singaperbangsa adalah makam leluruh Karawang yang harus dihargai segala jasa dan kebaikannya.

"Dan sudah menjadi kewajiban kita sebagai anaknya sebagai keturunannya untuk dapat melestarikan apa yang beliau tinggalkan, termasuk makam beliau dan tidak terkecuali bagaimana kita menjaganya, "jelasnya.

Dan dikatakannya, makam Singaperbangsa ini bisa menjadi potensi destinasi wisata Islami di Kabupaten Karawang, melihat banyaknya pengunjung atau penziarah yang mendatangi makam tersebut baik perseorangan atau rombongan.

"Ya, tentu saja ya, ini potensi yang bagus bagi Kabupaten Karawang karena penziarah yang datang tidak hanya dari Karawang saja namun juga dari luar daerah Karawang, dan saat ini kita memang baru akan anggarkan untuk rehab dahulu, tahun depan akan kembali kita anggarkan untuk pembangunan makam yang jauh lebih baik lagi, bagi para pengunjung "paparnya.

Sementara itu Kepala Dinas PRKP Ramon  Wibalaksana menjelaskan bahwa memang kondisi makam sudah banyak yang perlu direhab, dari mulai plafon, kanopi, pintu,jalan - jalan termasuk mushola juga akan direhab.

Dikatakannya, rehab dilakukan tanpa meninggalkan nilai keaslian makam, dan membuat indah dengan membangun taman-taman yang asri. 

"rehab akan dilakukan paling lambat bulan depan karena kita akan membuat perencanaan internal dulu, dan Insya Allah Tahun 2017 ini makam sudah selesai diperbaiki,"tuturnya.

Ramon melanjutkan, anggaran yang dimiliki sekitar Rp.1,2  Milyar untuk biaya rehab ringan di Tahun 2017 dan di Tahun 2018 baru akan dianggarkan kembali untuk pembangunan yang lebih baik dengan taman - taman yang cantik, sehingga selain mengundang daya tarik pengunjung yang ingin berziarah dimakam ini nantinya juga membuat nyaman para peziarah yang memang datang untuk menginap yang memang biasanya datang dari luar Kabupaten Karawang.

Memang berdasarkan pantauan Diskominfo, bahwa makam tersebut mengalami banyak kerusakan di berbagai sudut dari mulai atap, cat - cat yang sudah mulai mengelupas, flapon atap yang sudah rapuh dan keropos, lantai keramik yang sudah pecah dan paving block jalan yang juga sudah mulai hancur, serta beberapa kerusakan lainnya di berbagai sudut baik makam, mushola termasuk bangunan sumur

KARAWANG - Ada beragam cara yang dilakukan pemerintah daerah untuk membentuk kebiasaan positif warganya dalam memperlakukan sampah. Di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pemerintah setempat berencana memberlakukan sanksi denda hingga Rp30 juta bagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan. 

Selain itu, masih ada sanksi lainnya. "Warga yang membuang sampah sembarangan dapat dikenai hukuman pidana penjara maksimal tiga bulan," kata Pelaksana tugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Karawang Dedi Ahdiat di Karawang, Jumat (24/03/17).

Dedi mengatakan sanksi bagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan itu akan diatur dalam peraturan daerah mengenai pengelolaan sampah. 

Saat ini rancangan peraturan daerah tentang pengelolaan sampah tengah dibahas di Panitia Khusus Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karawang. Sanksi yang cukup berat bagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan dalam peraturan daerah itu diberlakukan karena sampah menjadi masalah serius yang harus ditangani dan dikelola dengan baik. 

Ketua Panitia Khusus DPRD Karawang Raperda tentang Pengelolaan Sampah, Edi Suhedi berharap dengan peraturan itu masalah sampah bisa segera ditangani.  "Intinya sampah dikelola dengan baik, tidak dibuang begitu saja," katanya. 

Terkait dengan sanksi yang cukup berat bagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan, Edi berpendapat hal tersebut perlu dikaji kembali sebab ada sanksi pidana yang diterapkan. Ia menginginkan pemberlakuan peraturan daerah itu bisa benar-benar bermanfaat untuk masyarakat. (Ant)

Suasana warga di Pengungsian
KARAWANG - Banjir yang melanda dua rukun tetangga (RT) di kampung pengasinan, desa karang ligar, kecamatan telukjambe barat, karawang, kini mulai surut. Namun, sebagian warga masih bertahan di lokasi pengungsian karena dikhawatirkan masih akan terjadinya banjir susulan.

Salah Satu Warga korban banjir menceritakan, banjir yang terjadi pada rabu pukul 03:00 dini hari tersebut datang secara tiba tiba dan membuat warga panik dan langsung menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman.

"Banjir datang pas warga lagi tidur semua, jadi yaa saya dan keluarga langsung cari tempat yang aman," Kata Ashli, Korban Banjir, Kamis (16/02/17).

Namun demikian, kata Ashli, sekira pukul 16.00 WIB, banjir mulai surut hingga malam ini. Meskipun kondisi banjir sudah mulai surut, namun sebagian warga masih bertahan di lokasi pengungsian seperti di pelataran toko milik warga dan di masjid.

"saya dan keluarga hingga malam ini masih bertahan di pengungsian. Warga belum mau kembali ke rumahnya, karena takut banjir akibat luapan Sungai cibeet kembai merendam tempat tinggalnya,"paparnya. (Bim)

KARAWANG - Musyawarah Kecamatan (Muscam) Pimpinan Kecamatan (PK)  Golkar se-Kabupaten Karawang yang menjadi perdebatan akhirnya menemukan titik terang.

Hal tersebut saat Ketua Bidang Hubungan Legislatif,  Eksekutif dan Antar Lembaga DPP Golkar, Nurul Arifin dan Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD Jawa Barat, Sukim berkunjung ke DPD Golkar Karawang, Senin (13/2/17).

Nurul Arifin mengatakan, Muscam PK Golkar yang telah diselenggarakan sudah sah secara aturan. Menurutnya, DPP tidak akan ikut campur persoalan yang terjadi.

“Muscam sudah sah secara aturan,”kata Nurul Arifin, saat sambutan di aula DPD Golkar.

Menurutnya, pimpinan kecamatan yang terpilih tinggal dilakukan pelantikan. Nurul memastikan akan datang ke lokasi pelantikan pimpinan kecamatan Golkar. 

“Tinggal dilantik, nanti saya mau datang. Selamat ya ketua terpilih,” ujarnya.

Sebelumnya, Para kader partai golkar yang tidak menerima keputusan Sri Rahayu Agustina, yang memberhentikan Kepengurusan Secara sepihak, Menggeruduk Kantor DPD Golkar, Dengan membawa poster bertuliskan Mosi Ketidak Percayaan mereka kepada Sri Rahayu.

Mereka menganggap Ketua DPD Golkar Karawang melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dengan mengambilalih kepengurusan 26 pengurus kecamatan tanpa mekanisme organisasi.

Para Kader Golkar Saat Melakukan Aksi di Kantor DPD Golkar
“Jadi kami, 26 PK menuntut dan mempertanyakan mekanisme yang digunakan oleh DPD Golkar sejak Sri memimpin paska Musda bulan Juli. Selama ini, Sri tidak pernah melakukan konsolidasi dan pembinaan ke bawah. Ujug-ujug, puncaknya melakukan caretaker, mengambilalih kepengurusan kami. Ini apa-apaan? Gak bisa lah dia main berhentikan gini,” kecam Ketua PK Golkar Jatisari Dedi Sumarya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Pengurus Kecamatan (PK) Kutawaluya Sulaeman Anwar yang menyesalkan kebijakan DPD Golkar Karawang melakukan caretaker 26 pengurus kecamatan (PK) Partai Golkar se Karawang.

“Caretaker itu boleh kalau pengurusnya tidak aktif atau ketuanya sudah mati atau mengundurkan diri. Saya kan masih ada, saya dianggap sudah tidak ada dong oleh DPD Golkar Karawang? Padahal saya sudah memperjuangkan partai ini 2 periode loh,” tutur dia menyesalkan.

Sementara itu, Ketua PK Golkar Jayakerta yang menilai PK tunjukan Sri Rahayu justru ilegal karena tidak sesuai aturan. Dia menilai Sri tidak melakukan mekanisme sebagaimana diatur dalam AD/ART.

“Itu PK ilegal, kita sama sekali tidak diinformasikan oleh Ketua DPD Sri Rahayu,” kata Ma’mun.

Pembentukan caretaker tersebut, sebut Mamun, telah melukai hati para pengurus lain yang sudah sekian lama berjuang membesarkan partai Golkar di kecamatan. Bila cara-cara seperti ini dilakukan, ia meyakini Golkar Karawang tidak akan menjadi partai besar.

“Karena tidak menjalankan aturan secara baik, maka kami akan membuat laporan ke DPP kaitan masalah ini,” ujar Ma’mun.(Bim)

Foto Bersama
KARAWANG - Perayaan Cap Go Meh kabupaten karawang, Berlangsung meriah, Minggu (12/02/17) siang. Perayaan tradisi bagi umat Tionghoa ini, dimeriahkan long march pawai kesenian yang dimulai dari depan Klenteng Bio kwan tee koen menuju sepanjang jalan tuparev, alun alun, kertabumi,jalan niaga dan finis kembali lagi ke Klenteng Bio kwan tee koen.

Meriahnya lagi, perayaan Cap Go Meh kali ini dibuka oleh mantan Ibu Negara ke-4, Sinta Nuriyah Wahid, yang membuka pawai kesenian sekitar pukul 13.00 Wib.

Meski, arak-arakan pawai budaya belum dilepas oleh istri Gus Dur, namun ribuan warga karawang sudah memadati sepanjang jalan yang dilintasi arak-arakan budaya ini.

Sejak pukul 13.00 WIB, massa sudah menunggu di sepanjang jalan yang nantinya akan di lintasi oleh para peserta dari berbagai daerah tersebut.

Seperti halnya, Hadijah (73), warga  adiarsa ini, Dirinya datang bersama satu anaknya serta dua orang cucu yang masih berusia 7 tahun dan 1,5 tahun. Kehadiran dirinya bukan untuk belanja seperti kebanyakan warga lainnya namun ingin menonton pawai budaya.

"Tiap tahun emak nonton pawai ginian. Enggak bosen-bosen," ujarnya.

Bahkan, kondisi tubuh yang kurang sehat tidak menyurutkan niatnya untuk menyaksikan pawai budaya ini.

Sedangkan, Shinta Nuriyah Wahid, menyatakan kegembiraannya dengan acara ini. Baginya, perayaan seperti ini dapat menjadi alat pemersatu kerukunan bangsa.

"Dulu acara seperti ini dilarang dan sejak kepemimpinan Gus Dur telah dicabut. Arak-arakan liongsai dan barongsai ini akan memperkaya khasanah budaya Indonesia yang ber-Bhineka Tunggal Ika," ujar istri Abdurrahman Wahid ini.(Bim)

KARAWANG - Kirab Cap Go Meh yang menjadi kegiatan penutup perayaan Imlek di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, akan dikolaborasikan dengan kirab budaya dan ruwat bumi khas Sunda.

"Acara puncaknya itu akan digelar pada 12 Februari 2017," kata Panitia Perayaan Imlek setempat Natala Sumedha.

Ia mengatakan, sebenarnya saat ini perayaan Imlek sudah dimulai. Saat ini, warga keturunan Tionghoa sudah beribadah di sejumlah vihara. Acara puncaknya akan digelar dengan Kirab Cap Go Meh.

Natala mengaku sengaja mengolaborasikan Kirab Cap Go Meh dengan Kirab Budaya Sunda agar perayaan Imlek yang digelar tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Seiring dengan akan digelarnya Kirab Budaya Sunda, maka masyarakat Karawang bisa mengikuti puncak Imlek di Karawang.

"Kegiatan kolaborasu dengan budaya Sunda sengaja digelar, karena kami berprinsip di mana bumi dipijak di situ kami harus bisa beradaptasi dengan adat budaya setempat," kata dia.

Rencananya, Kirab Cap Go Meh yang dikolaborasi dengan Kirab Budaya Sunda tersebut akan digelar bekerja sama dengan masyarakat setempat serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Karawang.

Diharapkan dengan adanya kolaborasi Kirab Cap Go Meh dengan Kirab Budaya Sunda itu bisa membantu Pemkab Karawang dalam mempromosikan seni budaya, pariwisata dan kuliner khas Karawang.

"Intinya, kami berharap agar Karawang menjadi contoh kota perlintasan etnis dan budaya yang baik dan sebagai kota yg dikenal kota yang menjunjung tinggi toleransi beragama," kata Natala.(Bim)

KARAWANG - Kasat Lantas  Polres Karawang AKP Rendy Setia Permana , didampingi KBO Lantas Iptu Siti Barkah serta Kanit Laka Lantas Iptu Sabar Santoso membuka pembentukan Komunitas Korban Laka Lantas oleh Sat Lantas Polres Karawang, Rabu (8/02/17).

Pembentukan komunitas ini bertujuan untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang pentingnya keselamatan berlalu-lintas.

Kepolisian dan instansi terkait merangkul para korban laka lantas untuk turut serta mensosialisasikan tentang pentingnya mematuhi peraturan lalu-lintas serta mengutamakan keselamatan saat berkendara demi kenyamanan bersama.

“Pembentukan komunitas korban laka lantas dan keluarga korban laka lantas tersebut, juga bermanfaat sebagai wadah untuk berbagi pengalaman dan informasi, baik sesama korban maupun keluarga korban yang diharapkan mampu mengurangi beban psikologis mereka,” kata AKP Rendy Setia Permana, Kasat Lantas Polres Karawang.

Selanjutnya Kasat Lantas memberikan bantuan dan santunan bagi pihak korban laka lantas yang turut hadir dalam Pembentukan Komunitas Korban Laka Lantas yang ada di Kabupaten Karawang.(Hms/Bim)

KARAWANG - Kepolisian Resor Karawang menerjunkan polisi wanita ke kesekolah Paud Plamboyan 3 yang terletak di Kecamatan Karawang barat Kab. Karawang, Bukan untuk mencari pelaku teroris, tapi mengajar baca-tulis Al-Quran kepada anak-anak.

Berbeda ketika mengatur lalu lintas dan menilang pelanggar rambu dengan muka garang, para polwan dari Polres karawang ini tampak ramah saat menyapa anak-anak di sekolah Paud. Dengan tetap mengenakan seragam dinas dan penutup rambut atau jilbab, mereka begitu telaten mengeja huruf hijaiyah.

“Awalnya anak-anak takut, mungkin karena masih mengenakan seragam polisi,” Kata Aipda Ucu Angela.

Namun, dengan pendekatan yang ramah dan ceria, para polwan itu akhirnya bisa berbaur dengan anak-anak peserta mengaji. Meski tak menyandang predikat guru agama, kemampuan para polwan mengajarkan baca-tulis Al-Quran patut diacungi jempol. Gaya komunikasi mereka yang cair juga menjadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak untuk belajar. Terlebih tak sedikit anak-anak yang bercita-cita menjadi polisi.

“Semoga ilmu yang disampaikan dapat bermanfaat bagi mereka, selain dapat belajar mereka mengaku senang karena dapat melihat dari dekat sosok Polisi wanita, apalagi sampai memberikan bimbingan belajar secara langsung kepada siswa-siswi Paud ini," Tutup Aipda Ucu Angela.(Hms/Bim)

KARAWANG - Maraknya kasus bunuh diri belakangan hari ini menunjukkan gejala sosial yang memprihatinkan. Bukan hanya orang dewasa, tak sedikit pula remaja tanggung yang memilih bunuh diri sebagai jalan keluar.

Belum hilang dari ingatan ketika Seorang pemuda asal Pabuaran, Subang, Jawa barat, yang di temukan tewas tenggelam di bawah jembatan alun alun pada hari jumat (03/02/17) kemarin, yang nekat melakukan bunuh diri dengan cara meloncat dari atas jembatan gantung di teluk jambe, karawang.

Selang tiga hari, tepatnya pada hari senin (06/02/17), kembali aksi bunuh diri terjadi di karawang, kini, seorang pria asal pancawati, karawang di temukan dengan mengenaskan, di duga, pria tersebut seara sengaja menabrakan dirinya ke kereta api di Perlintasan rel kereta api, di jembatan kuning, pasar bojong, tanjung pura, kabupaten karawang.

Bunuh diri, pemikiran untuk bunuh diri atau percobaan bunuh diri biasanya disertai dengan gangguan kesehatan mental atau sedang depresi. Kenali tanda-tanda orang yang bisa nekat melakukan aksi bunuh diri.

Hasil penelitian menemukan bahwa pria banyak meninggal karena bunuh diri. Tapi wanita lebih sering mencoba bunuh diri daripada pria karena secara keseluruhan memiliki tingkat depresi yang lebih tinggi.

Banyak wanita yang menderita kesehatan mental yang serius seperti depresi seringkali merenungkan atau mencoba bunuh diri.

Dikutip dari situs kesehatan mental epigee.org, Senin (06/02/17), berikut ini adalah tanda-tanda bunuh diri yang mungkin terjadi:

1. Bicara mengenai kematian: Bicara tentang keinginan menghilang, melompat, menembak diri sendiri atau ungkapan membahayakan diri.

2. Baru saja kehilangan: kematian, perceraian, putus dengan pacar atau kehilangan pekerjaan, semuanya bisa mengarah pada pemikiran bunuh diri atau percobaan bunuh diri.

Kehilangan lainnya yang bisa menandakan bunuh diri termasuk hilangnya keyakinan beragama dan hilangnya ketertarikan pada seseorang atau pada aktivitas yang sebelumnya dinikmati.

3. Perubahan kepribadian: seseorang mungkin memperlihatkan tanda-tanda kelelahan, keraguan atau kecemasan yang tidak biasa.

4. Perubahan perilaku: kurangnya konsentrasi dalam bekerja, sekolah atau kegiatan sehari-hari, seperti pekerjaan rumah tangga.

5. Perubahan pola tidur: tidur berlebihan, insomnia dan jenis gangguan tidur lainnya bisa menjadi tanda-tanda dan gejala bunuh diri.

6. Perubahan kebiasaan makan: kehilangan nafsu makan atau bertambahnya nafsu makan. Perubahan lain bisa termasuk penambahan atau penurunan berat badan.

7. Berkurangnya ketertarikan seksual: perubahan seperti ini bisa mencakup impotensi, keterlambatan atau ketidakteraturan menstruasi.

8. Harga diri rendah: gejala bunuh diri ini bisa diperlihatkan melalui emosi seperti malu, minder atau membenci diri sendiri.

9. Ketakutan atau kehilangan kendali: seseorang khawatir akan kehilangan jiwanya dan khawatir membahayakan dirinya atau orang lain.

10. Kurangnya harapan akan masa depan: tanda bunuh diri lainnya adalah seseorang merasa bahwa tidak ada harapan untuk masa depan dan segala hal tidak akan pernah bertambah baik.

Beberapa tanda bunuh diri lainnya meliputi pernah mencoba bunuh diri, memiliki riwayat penyalahgunaan obat atau alkohol, belanja berlebihan, hiperaktivitas, kegelisahan dan kelesuan.

Apa yang harus dilakukan?

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal menunjukkan gejala-gejala bunuh diri di atas, segeralah mencari bantuan.

Jika Anda berencana bunuh diri, segera cari bantuan dengan melakukan langkah-langkah berikut ini:

1. Bicara dengan orang yang dikasihi: datangi orang yang Anda cintai dan katakan padanya tentang apa yang Anda alami dan rasakan.

2. Cari bantuan ahli: bicaralah dengan konselor, psikiater, psikolog, terapis, dokter keluarga Anda, atau kunjungi pusat pencegahan bunuh diri dan masa genting: bicara dengan ahli adalah langkah penting untuk pulih.

Ketahuilah bahwa pertolongan ada disana dan jika merasa saat ini mungkin rasanya tidak ada harapan, Anda tidak sendirian dalam perjuangan Anda.

Jika seseorang yang Anda kenal menunjukkan tanda-tanda bunuh diri atau telah mempercayai Anda tentang pemikiran bunuh diri mereka, ikutilah satu atau lebih dari langkah-langkah berikut:

1. Jangan pernah bersumpah untuk kerahasiaan teman yang akan bunuh diri
Ketika ada teman, keluarga atau kekasih Anda mengatakan ingin bunuh diri mereka pasti menuntut Anda agar menjaga rahasianya.

Menurut ahli itu justru sikap yang salah, memang teman, keluarga atau kekasih Anda mungkin merasa dikhianati jika Anda menceritakan pada orang lain tentang keinginan untuk bunuh dirinya. Tapi tidak melakukan apapun hanya akan menempatkan hidupnya dalam bahaya. Ceritakan segera pada terapis atau dokter tentang keadaan teman atau Anda tersebut.

2. Ambil tindakan: jauhkan dari segala obat-obatan atau benda berbahaya dari rumah temah Anda, seperti pil, racun, pisau atau senjata api.

3. Berterusteranglah: bicaralah secara terbuka pada teman Anda tentang perilakunya. Jangan menghakimi atau menceramahinya. Jika teman Anda mempercayai Anda, berpura-pura terkejut pada keingininannya melakukan bunuh diri hanya akan menyebabkan pengasingan yang lebih baginya.

KARAWANG - Berita hoax yang begitu cepat menyebar terutama melalui berbagai platform media sosial turut menjadi perhatian khusus pemerintah daerah Kabupaten Karawang. Hari ini, Jum’at (03/02/17), Pemkab Karawang menggelar kegiatan ‘Deklarasi Masyarakat karawang Anti Hoax’ yang berpusat di lapangan Karang Pawitan, Karawang.

Acara yang dihelat dengan membubuhkan cap telapak tangan ke banner itu di buka langsung oleh bupati karawang, Cellica Nurrachadiana, dan bekerjasama dengan Forum Forkominda, tokoh lintas agama, budayawan, akademisi, pelajar dan pemerhati sosial, LSM, yang di prakarsai oleh Dinas Kominfo Kabupaten Karawang.

H.Yasin Nasrudin, selaku Kadiskominfo dalam laporannya mengatakan, “Maksud dari kegiatan ini adalah untuk mengajak seluruh masyarakat agar peduli memerangi penyebaran informasi Hoax di Media Sosial, serta bertujuan mengajak masyarakat agar lebih kritis dalam membaca dan menyebarkan berita di Media Sosial”, ungkapnya.

Sementara itu Bupati Karawang dalam sambutannya mengatakan, “Saya sangat mendukung kegiatan ini, sebagai komitmen Kita untuk lebih peduli dan bersama sama memerangi penyebaran berita berita bohong atau istilah kerennya disebut `HOAX` yang saat ini marak di media sosial,”ujarnya.

Menurutnya, banyak informasi Hoax yang viral di media sosial kemudian memicu keributan bahkan merembet menjadi kerusuhan fisik, hal ini juga berpotensi mengganggu keamanan Nasional.

“Perkembangan IT berdampak pada disintegrasi bangsa oleh karena itu kita harus berhati hati dalam menggunakannya,”ungkap Bupati.

Bupati menambahkan, generasi muda rentan terpapar oleh penyebaran berita palsu di media sosial. Hal tersebut dikhawatirkan dapat merusak generasi muda sebagai penerus bangsa.

“Generasi muda merupakan yang paling rentan terhadap bahaya hoax, sangat disayangkan kalau Indonesia yang akan datang diisi oleh orang-orang yang tidak cerdas dalam bermedia sosial. Jangan sampai penyesalan kita bayar dengan penderitaan yang panjang,” Tutup Bupati Yang biasa di sapa Teh Celi itu. (Bim)

KARAWANG - Sejak beberapa pekan terakhir, jasa transportasi ojek berbasis aplikasi online tampak sudah beroperasi di Ka bupaten Karawang. Menggunakan seragam hijau yang khas, mereka tampak berseliweran di sejumlah jalan utama Kota Karawang.

Wahyu, salah satu driver GrabBike saat berbincang mengakui saat ini layanannya memang sudah masuk di Karawang, namun masih jarang, namun dirinya optimis GrabBike akan mendapat pasar di Karawang dan sekitarnya. Wahyu sebenarnya memiliki pekerjaan lain, menjadi driver GrabBike untuk menambah penghasilan.

"Sebenernya udah ada pekerjaan lain, cuma ini buat nambah-nambah penghasilan aja" katanya,senin (30/01/17).

Wahyu juga menjelaskan, saat ini baru sekitar enam orang yang menjadi GrabBike di karawang.

"Saya biasanya operasi hanya di sekitaran karawang kota saja," jelas pria yang mempunyai perawakan tinggi besar itu.

Wahyu berharap GrabBike dapat diterima di Kabupaten Karawang dan memberi pilihan kepada warga untuk memilih layanan ojek berbasis online tersebut.

Untuk dapat menggunakan layanan GrabBike, penguna tinggal mengunduh aplikasi GrabBike di Google Play Store atau Apple iOS Store. (Bim)

KARAWANG - Perayaan malam Tahun Baru Imlek 2568 di kabupaten karawang,diramaikan dengan pesta kembang api. warga sekitar turut menyaksikan pesta kembang api yang dipusatkan di klenteng Tjou Suo Kong . Cuaca yang cerah membuat warga berbondong-bondong memeriahkan pergantian tahun baru China atau Imlek.

Sebelum pesta kembang api, pengunjung dihibur dengan atraksi barongsai. mendekati pukul 24.00 WIB, semakin banyak warga yang mendatangi klenteng yang berada di pusat kota tersebut untuk meratakan Imlek.

Suara kembang api dan pendaran cahayanya mulai terlihat tepat pada pukul 00.00 WIB, Sabtu(28/01/17). Warga seolah kompak menengadahkan kepala melihat kembang api di langit Kota karawang. Mereka terhenyak dengan suara dar der dan cahaya kembang api.

Menurut Tokoh Tiong Hoa karawang, Natala Sumedha, Tahun baru imlek 2568 ini merupakan tahun ayam api, Dalam zodiak cina, Ayam api merupakan Sio ke 10.

"Sio ayam api ini menandakan bahwa seluruh umat manusia itu di tuntut untuk menjadi pribadi yang pekerja keras," Kata Nathala.

Dirinya juga menjelaskan, Banyaknya isu isu sara yang terjadi di indonesia belakangan ini, tidak memperngaruhi kehidupan antara masyarakat karawang dan warga tiong hoa.

"Karawang itu merupakan wilayah perlintasan agama dan budaya, dan di karawang inilah bukti keragaman muncul dan mampu menjaga satu sama lain serta saling menghargai," Jelasnya kepada wartawan.

Sementara itu, Untuk puncak acara Cap Gho Meh, akan di gelar pada 12 Februari 2017 mendatang, dan akan mengundang perwakilan dari beberapa daerah yang ada di indonesia.(Bim)

PURWAKARTA - Sebanyak 9 Kepala Keluarga pagi ini Jum’at (27/1) mendatangi Kantor Bupati Purwakarta di Jalan Gandanegara No 25. Warga yang berasal dari dua Rukun Warga yang berbeda di Kelurahan Nagri Tengah Purwakarta ini bermaksud mempertanyakan nasib mereka akibat kebijakan pembuatan Jalan Lingkar Dalam kota yang mengharuskan mereka untuk direlokasi.

Seperti diketahui, sejak 50 Tahun yang lalu, mereka menempati lahan PT KAI di pinggir rel kereta api yang sedianya lahan tersebut akan dijadikan jalan melingkar dari Jalan Ipik Gandamanah menuju Kampung Tjeplak di Jalan KK Singawinata sebagai upaya pemerintah daerah setempat untuk mengurangi kemacetan yang kerap terjadi di jalan protokol di wilayah itu.

Mereka lantas diterima oleh Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi sehabis berolahraga pagi ini. Dialog penuh kekeluargaan berlangsung diantara Bupati dan warganya tersebut ditemani menu sarapan pagi berupa soto ayam kampung.

Salah seorang warga, Elli (69) menyadari bahwa rumah yang ia tinggali berada diatas tanah yang bukan menjadi haknya. Karena itu, ia bersedia menerima uang kerohiman sebesar Rp20 Juta untuk ia gunakan sebagai biaya mengontrak rumah. Namun, ia memohon jeda waktu kepada Bupati Purwakarta untuk membereskan barang-barang di rumahnya terlebih dahulu.

“Alhamdulillah ada solusi, kami diberikan uang kerohiman jadi bisa untuk mengontrak rumah. Tadi juga sempat meminta waktu untuk membereskan barang-barang kami dulu sebelum rumah kami dibongkar,” jelasnya di Warung Katresna, belakang kompleks Kantor Bupati Purwakarta.

Hal senada diungkapkan oleh Titing (52), ia berterima kasih kepada Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, ia siap dipindahkan oleh pemerintah daerah setempat dari tempat tinggalnya kini ke rumah kontrakan sementara dengan biaya yang sudah disediakan.

“Respon beliau baik, kami tidak menunggu lama, langsung ada solusi,” singkatnya di tempat yang sama.

Pemerintah Kabupaten Purwakarta pun tengah menyiapkan solusi jangka panjang bagi 9 Kepala Keluarga tersebut. Warga yang terkena dampak pembangunan jalan lingkar ini akan direlokasi ke rumah susun yang terletak di Kampung Poponcol, Kelurahan Ciseureuh, Purwakarta.

“Kita pindahkan mereka ke rusun permanen. Sambil menunggu proses pembangunan rusun itu, kami siapkan kontrakan rumah, biaya dari kami sebagai pemerintah sebesar Rp20 Juta untuk mengontrak rumah,” ujar Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi.

Sembilan Kepala Keluarga yang terkena relokasi tersebut berada di RT 20/04 dan RT 15/02. Mereka diberi waktu sampai akhir minggu depan untuk mengosongkan rumah yang mereka bangun diatas lahan PT KAI itu.(Hms/Man)
Diberdayakan oleh Blogger.