Halloween party ideas 2015

Potretkarawang.com - HB (20) pemuda pengangguran asal Dusun Uduk-Uduk desa Mulyasejati, Ciampel, Karawang, ditangkap Petugas kepolisian polres karawang lantaran melakukan sodomi terhadap tiga bocah di bawah umur. Korban melakukan aksinya dengan cara mengiming imingi korbanya dengan memberikan mainan (Layangan).

"Modusnya adalah korban akan di belikan Mainan (layangan) Jika mengikuti perintah dari tersangka," Kata kapolres Karawang, AKBP Hendy F Kurniawan, Kamis (22/02/18).

Pelaku ditangkap berdasarkan laporan dari salah satu orangtua korban. Sedangkan pelaku yang tidak memiliki pekerjaan ini merupakan teman dari adik kandung pelaku.

"Pelaku sudah melakukan aksinya sejak awal januari sampai 14 februari 2018 kemarin,"Lanjut Hendy.

Dikatakanya, awal mula kejadian itu pertama kali dilakukan pelaku dengan cara membawa korban ke rumahnya. Kemudian korban dirayu oleh pelaku untuk memenuhi nafsunya.

"Untuk saat ini, Korban yang sudah di mintai keterangan ada Tiga, yaitu PP (6), IA (6) dan AS (9)," jelas kapolres.

Polisi Juga Mengamankan Baju Milik Para Korban Yang Saat Kejadian Di Pakai Oleh Korban. Untuk Mempertanggung Jawabkan Perbuatanya, Pelaku Di Kenakan Pasal 82 Uu No 17 Tahun 2016, Tentang Perlindungan Anak, Dengan Ancaman Hukuman Paling Lama 15 Tahun Penjara. (Bim)


PotretKarawang.com - Tim Anti Bandit Anaconda Polres Karawang menembak mati pelaku begal KU (22) dan Ju (18) di Cikampek,  Jawa Barat. Pelaku, yang mengaku memiliki ilmu kebal itu ditembak mati karena mengacungkan pistol saat akan ditangkap. 

Polisi sempat menembak beberapa kali sebelum akhirnya pelaku tewas tersungkur. Dua orang pelaku yang ditembak mati ini merupakan anak buah Odet, raja begal yang sebelumnya juga tewas ditembak mati.

"Saat akan ditangkap pelaku mengaku kebal peluru dan menantang anggota kami. Usai dia ngomong begitu mereka langsung mencabut pistol dan mengacungkan Ke arah anggota. Karena sudah terancam anggota kami terpaksa menembak mati kedua pelaku ini. Saya apresiasi tingkat kewaspadaan dan tindakan tegas anggota saya," kata Kapolres Karawang, AKBP Hendy F Kurniawan, saat jumpa pers di ruang jenazah RSUD Karawang, Kamis (25/1/2016).

Menurut Hendy, kedua pelaku merupakan anak buah Odet, yang sebelumnya sudah lebih dulu ditembak mati. Kelompok Odet ini dikenal sadis dan sering menganiaya korbannya, bahkan ada yang sampai meninggal karena dianiaya. 

Meski Odet, yang dikenal raja begal ini sudah mati namun anak buahnya masih gentayangan dan terus menjalankan aksi kejahatannya. "Kami mendapat informasi jika kedua pelaku ini akan menjalankan aksinya di kawasan Cikampek. Kami turunkan tim kesana dan ternyata benar kedua pelaku ada disana. Saat akan ditangkap kedua pelaku mengacungkan pistol jenis gas gun," katanya.

Dikatakan, saat akan ditangkap itu pelaku sempat teriak jika mereka kebal terhadap peluru dan menantang polisi sambil mencabut pistol. Polisi yang meresa sudah terancam langsung menembak saat pelaku mengacungkan pistol ke arah petugas. Tembakan pertama dan kedua pelaku masih bisa berdiri dan berlari. 

Namun saat peluruh ketiga dilepaskan pelaku langsung tersungkur dan tewas. " Pelaku KU ditembak tiga kali dan Ju ditembak empat kali baru roboh dan tewas ditempat." katanya.

Menurut Hendy dengan tewasnya dua pelaku ini dipastikan jaringan Odet yang sangat meresahkan masyarakat sudah terkikis. Kendati begitu kepolisian tidak akan menghentikan tugas membasmi kajahatan begal yang marak di Karawang, terutama di kawasan Cikampek dan Kotabaru. 

"Kami masih terus beroperasi memburu pelaku begal dengan banyak kelompok yang ada di Karawang. Saya ingin memastikan jika kita berani mengambil tindakan tegas dan terukur termasuk harus menembak mati pelaku begal sadis," pungkasnya. (Red)



PotretKarawang.com - Gara-gara terlilit utang ke rentenir untuk berobat anaknya yang menderita penyakit leukimia atau kanker darah, Anissa (29) warga Desa Cilewo, Kecamatan Telagasari, Karawang, Jawa Barat, nekat hendak menjual ginjalnya sebesar Rp10 juta. Anissa, yang berprofesi sebagai penjaga toko pakaian ini mengumumkan niat menjual ginjalnya tersebut melalui media sosial Facebook. Namun niat menjual ginjal belum berhasil karena belum ada yang menawar.

Ditengah kebingungan itu Anissa akhirnya nekat mendatangi rumah dinas Wakil Bupati Karawang, Ahmad Zamaksyari, untuk meminta perlindungan dari kejaran rentenir.

"Saya sudah tidak tahu harus gimana lagi karena tidak ada yang mau menolong saya. Akhirnya saya putuskan untuk menjual ginjal saya kepada yang membutuhkan sebesar Rp10 juta. Saya umumkan niat saya menjual ginjal melalui akun Facebook saya selama satu minggu belum juga ada yang mau. Akhirnya saya ke rumah Pak Wabup, karena saya dikejar rentenir dan diancam mau dipenjara karena tidak membayar utang Rp5 juta," kata Anissa usai menemui Wabup Ahmad Zamaksyari, Jumat (19/1/2018).

Anissa mengatakan, niat untuk menjual ginjal karena dirinya sudah tidak tau lagi cara untuk mendapatkan uang untuk membayar rentenir dan juga mengobati anaknya. 

Dia mengaku suaminya Arya sudah satu tahun hilang tidak tahu rimbanya. Dia nekat meminjam uang Rp2 juta kepada rentenir namun bunganya terus bertambah selama dua bulan menjadi Rp5 juta karena tidak bisa membayar cicilan. Pinjaman itu untuk ongkos anaknya berobat ke Kalimantan di rumah keluarganya. 

"Saya sudah tidak sanggup lagi mengobati anak saya di Rumah Sakit Dharmais Jakarta, karena buat makan sehari-hari sudah berat. Akhirnya saya putuskan pinjam uang untuk membawa anak saya ke Kalimantan untuk diurus oleh keluarga saya disana," katanya.

Keputusan Anissa untuk menjual ginjalnya sudah bulat karena harus membayar rentenir yang sudah menahan KTP dan ijazahnya. Namun karena tidak ada yang mau dalam satu minggu itu akhirnya dia memutuskan mendatangi Wabup, Ahmad Zamaksyari meminta bantuan. 

"Saya sering dengar pak wabup sering menerima orang yang kesusahan makanya saya datang kesini," katanya.

Sementara itu Wakil Bupati Ahmad Zamaksyari yang menemui Anissa mengatakan, masalah yang dialami oleh Anissa adalah salah satu contoh betapa jahatnya praktik rentenir di Karawang. 

Namun niat Anissa menjual ginjal tidak boleh terjadi dan harus dicegah dengan alasan apapun. Dia minta Anissa berjanji mengurungkan niatnya menjual ginjal. 

"Kalau soal utang kita bantu tapi yang wajar saja masak utang Rp2 juta bisa jadi Rp5 juta itu keterlaluan. Nanti kita urus itu dan kita juga akan minta KTP dan Ijazahnya yang ditahan. Yang penting jangan sampai ginjalnya dijual," tandasnya.(Red)  



PotretKarawang.com - Tim Puslabfor mabes polri di bantu dengan polres karawang, mendatangi lokasi tembat pembuangan limbah karung yang di duga terkontaminasi bahan berbahaya,DI Kampung citaman, desa amansari,kecamatan pangkalan, karawang. Limbah berbahaya itu berupa poly aluminium chlorid, atau PAC, dan, caustic soda.

Di lokasi, tim puslabfor mengambil beberapa sampel di lokasi pembuangan limbah tersebut, diantara nya, sebuah karung, air hujan yang ada di karung, serta tanah di sekitar lokasi.

"Kimia Jenis Ini Cukup Berbahaya Jika Tersentuh Atau Terhirup, Pasalnya Limbah Ini Bisa Menguap, Hingga Akan Berakibat Fatal," kata Kasat Reskrim Polres Karawang, Akp Maradona Armin Mappaseng. Jumat (19/01/18).

Dari hasil uji material beberapa sampel, tim puslambfor polri, mendapatkan adanya bahan-bahan yang di anggap berbahaya, serta memiliki PH atau tingkat keasaman yang cukup tinggi, sehingga berbahaya bagi lingkungan dan orang yang menyentuhnya.

"Hasil Uji Kadar Asam Dari Limbah Beracun Tersebut Terdeteksi 14 Kadar Asam Atau PH Yang Ada Pada Limbah Tersebut, Artinya  Limbah Ini Cukup Berbahaya," Terang Maradona Kepada Wartawan.

Sejauh Ini Polisi Belum Menetapkan Tersangka Atas  Pembuangan Limbah Beracun Sebanyak 78 Ton Ini, Polisi Baru Memeriksa 12 Saksi, Mereka Adalah Sopir Truck Dan Kondekturnya, Sementra Pemilik  Limbah, Baru Akan Dilakukan Pemanggilan Untuk Diperiksa.

Sebelumya, Polisi Berhasil Mengamankan Lima Unit Truk Fuso bermuatan 78 Ton Limbah karung yang di indikasi terkontaminasi oleh limbah berbahaya dan beracun. kasus pembuangan Limbah Yang di ketahui berasal dari lampung itu kini masih dalam penyelidikan petugas. (Bim)


PotretKarawang.com - Persika Karawang resmi mengikat 24 pemain untuk mengarungi musim Liga 2 2018, setelah resmi menyodorkan kontrak kepada 11 pemain pada Selasa (16/01), sekitar 11 pemain ini melengkapi 13 pemain yang sebelumnya telah menandatangani pra kontrak dengan Persika Karawang.
Meski total sudah mengikat 24 pemain, tidak menutup kemungkinan Persika Karawang akan menambah lagi pemain. Terutama di lini pertahanan khususnya stoper yang baru diisi Aang Suparman, Haris Hardiansyah, Agus Supriyanto dan M. Taufik. Kabarnya, manajemen segera mendatangkan satu lagi stoper yang kini masih tercatat sebagai pemain dari klub yang bermain di Liga 1 musim ini.
Komisaris Utama PT. Persika Karawang Pangkal Perjuangan, H. Saepul Riki mengatakan, kalau 24 pemain tersebut diikat sesuai dengan rekomendasi pelatih kepala, Ricky Nelson. “Setelah mengikuti serangkaian proses seleksi, 24 pemain tersebut menjadi pilihan dan bakal berseragam dengan Persika Karawang di Liga 2 2018,” kata Riki.
Sementara, striker anyar Persika, Rizky Novriansyah mengaku senang telah bergabung bersama Persika Karawang. Pemain asal Pangkal Pinang yang pernah berseragam Sriwijaya FC dan PSS Sleman ini dianggap cocok diduetkan dengan Rudiyana.
Terbukti, saat laga uji coba melawan UiTM Malaysia dan PS TNI, kerja sama “Duo R” ini selalu menciptakan peluang emas serta sudah menghasilkan 2 gol yang kedua golnya dicetak oleh Rudiyana dan melalui kerja sama yang apik.
“Alhamdulillah senang bisa dipercaya oleh Persika untuk menjadi bagian di tim ini. Semoga bisa memberikan kontribusi baik terhadap tim dan bisa mencapai target lolos ke Liga 1,” kata pemain dengan tinggi 180 cm ini.
Berikut 24 pemain yg sudah resmi dikontrak Persika Karawang.
Kiper:
– Ghoni Yanuar (PSGC Ciamis)
– Usman Pribadi (Persiwa Wamena)
– Harlan Suardi (Borneo U-19)
– Taopik Hidayat (Dipertahankan)

Bek:
– Aang Suparman (Persela Lamongan)
– Agus Supriyanto (Dipertahankan)
– Haris Hardiansyah (Martapura FC)
– M. Taufik Sogeng (Dipertahankan)
– Sutrisno (Dipertahankan)
– Khalil Gibran (Dipertahankan)
– Dolly Gultom (Kepri Jaya/PSPS Pekanbaru)

Tengah
– M. Fadil Redian (Dipertahankan)
– Rezky Ikhwan (Dipertahankan)
– Reza Saputra (Martapura FC)
– Tamsil Sijaya (PSMP Mojokerto Putra)
– Rizky Nasution (Borneo FC)
– Sahrudin (Ternate)
– Jechson Felix Ge Tiwu (Bali United)
– Sandi Pratama (Martapura FC)
– Sahrul Mustofa (Persegres Gresik)

Depan:
– Rudiyana (Persis Solo)
– Rizky Novriansyah (PSS Sleman)
– Husnudzhon (Dipertahankan)
– Philemon Jackson Baay (Persiwa Wamena)
Diberdayakan oleh Blogger.